oleh

Kampung UKM Digital- Depok Siap Bantu Marketing Produk Via Online

IMG_5456 (640x427)

DEPOK – Harijanto, pendiri Kampung Teknologi Foundation (KTF) kepada depokpos, merasa senang dengan kunjungan studi banding dari Provinsi Papua. “Jauh-jauh dari Papua untuk studi banding ke Depok, tentu saja membuat saya senang. Setidaknya, Kota Depok telah diperhitungkan dan menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita di Papua,” kata Adji, begitu ia akrab disapa.

Adji mengakui, Papua memiliki potensi yang sangat besar. Meski ada beberapa kendala, salahsatunya infrastruktur yang belum dibangun. Diharapkan pemerintah Provinsi Papua, dapat merealisasikan janji-janjinya dalam pengembangan IT, sehingga diharapkan setara dengan pembanguanan di daerah lain.

Dalam kunjungan dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Detik) Provinsi Papua, Kamis (11/5) siang tadi, belum ada kerjasama dalam hal apapun. Mereka hanya dalam rangka studi banding. Atau permintaan mengisi seminar dan pelatihan di Provinsi Papua.

Salah satu program utama KTF adalah pelatihan-pelatihan dengan sasaran pelaku UKM di Kota Depok khususnya, dari situlah kemudian lahir komunitas UKM Belimbing yang berada dibawah naungan KTF ini.

“Kami mempunyai program kerja mengangkat UKM di Depok untuk go online. Mereka harus mempunyai target market global, berjualan tak hanya manual atau offline,” kata pria yang akrab disapa Adjie ini.

Dikatakan Adji, selama ini masyarakat pelaku UKM antusias sekali mengikuti pelatihan di Kampung UKM Belimbing Depok, khususnya pelatihan toko online. Yang datang ternyata, bukan hanya dari kalangan UKM Depok, tapi juga dari Bekasi, bahkan luar Jawa.

“Pelaku UKM belajar dari sisi marketing.  Mereka punya kendala di lapangan untuk memasarkan produknya. Mereka hanya fokus produksi, tapi pemasaran online belum dilakukan secara maksimal. Alasannya, karena tidak punya tenaga ahli di bidang IT, juga tidak ada waktu untuk mengelolanya.”

Di era serba online ini, konsumen menginginkan kemudahan untuk membeli produk yang dibutuhkannya, terutama sekali lewat online. Dengan demikian , penjualannya bukan hanya di Depok saja, tapi juga menjangkau wilayah yang lebih luas lagi. Tak terkecuali, kawan di Papua yang ingin memesan produk melalui toko online.

“Kami hanya berupaya membantu pelaku UKM untuk memasarkan produknya secara online maupun offline. Selama ini belum ada kerjasama baku mengenai bagi hasil. Sementara, kami masih menaikkan harga jualnya saja. Kini ada beberapa UKM yang meminta agar produknya dipasarkan via online,” kata Adji, sarjana jebolan LP3I jurusan teknologi informasi ini. (Desmoreno)

Komentar

Berita lainnya