oleh

Harga Gas 3Kg di Depok Jauh Diatas Harga Eceran Tertinggi

Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas 3 kilogram adalah Rp 16.000, namun dilapangan mencapai Rp 20.000 per tabung.

DEPOK – Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok mengultimatum pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu sesuai SK Walikota Depok No 903/442/Kpts/Disperindag/Huk/2014.

“Di mana pangkalan harus menjual sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah khususnya di Depok Rp16 ribu. Jika melebihi harga tersebut maka pasokan akan kami stop dan pangkalan akan kami tutup,” ujar Ketua Hiswana Migas Kota Depok M Athar Susanto, Senin (9/5/2016).

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

Menurutnya, saat ini ada ketetapan baru dari BPK bahwa penyaluran elpiji setiap harinya bila mendapatkan alokasi 50% dari setiap pengiriman, harus dialokasikan untuk pengguna usaha mikro dan pengguna rumah tangga. Sehingga, pangkalan harus menyisakan kuota.

“Jadi tidak dibenarkan untuk menyalurkan secara keseluruhan baik itu ke warung maupun outlet, jadi ada alokasi khusus,” paparnya.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok mendukung langkah Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok yang memperingatkan pangkalan gas elpiji tiga kilogram agar menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Disperindag Kota Depok, Agus Suherman mengatakan penggunaan gas elpiji tiga kilogram merupakan kewenangan Pertamina dalam memberikan subsidi kepada masyarakat menengah ke bawah.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

“Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Disperindag melakukan monitoring terhadap perkembangan subsidi dari elpiji tiga kilogram,” katanya, Senin (9/5/2016).

Komentar

Berita lainnya