oleh

Depok Pos Dikunjungi Backpacker dari Negeri Jiran Malaysia

malay 1.jpgBelum lama ini, Kamis (19/5) Depok Pos menerima rombongan backpackers asal negara jiran Malaysia. Mereka menjelajah Pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Medan, Palembang, hingga Lampung dengan menggunakan jalur darat. Dari Lampung mereka menuju Kampung Rambutan, Jakarta, dan singgah di Kota Depok.

Sejak tanggal 11 Mei 2016, rombongan backpacker yang merupakan gabungan dari NGO Malaysia, yakni MAPIM (Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia) dan Pertubuhan Dakwah Backpaker Malaysia, bertolak dari Kuala Lumpur menuju Aceh. Direncanakan, pengembaraan itu berakhir hingga tanggal 26 Mei 2016. Dari Depok dilanjutkan menuju Mega Mendung, Bogor, dan berakhir di Kota Bandung.

Rombongan terdiri dari tujuh orang, yakni: Muhammad Nur Akmal Shamsudin, Aisyah Binti Abdul Halim, Tahreer Al Ghamri, Muhammad Nur Hidayat, Azfarizal Azfariey, dan Muhammad Syahmi Fitri.

BACA JUGA:  KCD Kembali Rayakan HUT RI di Sungai Ciliwung

Ketua rombongan Muhammad Nur Akmal Shamsudin kepada Depok Pos menyebut, perjalanan ini sebagai Kembara Dakwah Backpacker atau semacam Safari Dakwah. Kembara ini merupakan misi yang kedua, sebelumnya mereka telah menjelajah ke beberapa negara ASEAN, seperti Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam, juga menggunakan jalur darat dari Malaysia.

“Kembara Dakwah Backpacker ini merupakan kegiatan tahunan. Selama tiga minggu, kami  jelajah ke negara-negara ASEAN di bulan Ramadhan, dan merayakan Idul Fitri di perantauan. Sedangkan Indonesia adalah kembara kami yang kedua,” jelas Akmal.

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

Dikatakan Akmal yang ditemani istrinya (asal Gaza-Palestina) itu menjelaskan, perjalanan ini bukan semata melihat pemandangan alam Indonesia yang cantik, tapi juga dalam rangka dakwah, misi kemanusiaan, sekaligus silaturahim dengan beberapa NGO dan lembaga pendidikan di Indonesia.

“Dengan silaturahim kami akan melakukan kongsi (kerjasama) dengan sejumlah NGO yang ada di Indonesia untuk misi dakwah dan kemanusiaan di masa yang akan datang,”ujar Akmal.

Selama di Aceh, backpacker ini ingin mengetahui lebih dekat tempat terjadinya Tsunami dan tempat kamp pengungsi Rohingya di Kuala Langsa dan Lhoksemawe.

“Kami ziarahi tempat kejadian Tsunami saudara muslim tertindas di Kamp Pengungsi Kuala Langsa dan Lhoksemawe terkait pengungsi Rohingya. Sebelumnya, NGO Indonesia juga sempat mengunjungi pengungsi Rohingya di Malaysia dan Thailand dalam misi yang dinamakan Road For Peace,” tukas Akmal.

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

Lebih lanjut Akmal mengatakan, dalam kunjungannya ke kamp pengungsi Rohingya, MAPIM sebagai NGO kemanusiaan ingin mengetahui apa kebutuhan yang diperlukan oleh pengungsi Rohingya. Diharapkan MAPIM akan “berkongsi” atau bekerjasama dengan NGO-NGO Indonesia yang giat di bidang kemanusiaan, khususnya dalam membantu pengungsi Rohingya.

“MAPIM dan Pertubuhan Dakwah Backpaker Malaysia telah konsen dan berpengalaman dalam mengurusi pengungsi Rohingya yang ada di Malaysia sejak tahun 2012. (Desmoreno)

Komentar

Berita lainnya