Das Sein Das Solen

Yaya Suryadarma
Yaya Suryadarma

DEPOK (3/5) —  Sudah  sepatutnya jika peraturan itu dilaksanakan sebagaimana mestinya. Seperti halnya program One Hour Service And One Day Service yang digelontorkan  Pemkot Depok dalam  mengurus KTP dan KIA (kartu identitas anak)  yang baru saja usai Sabtu kemarin (30 April 2016), hasilnya masih belum memuaskan bagi sebagian warga.

Bahkan hasilnya pun sampai saat ini belum ketahuan apakah KTP atau KIA yang diurusnya sudah jadi atau belum.  Ini perlu kejelasan Pemkot Depok.

Banyak penyebab yang dikeluhkan oleh masyarakat Depok,  seperti petugasnya kosong, pelayanannya tidak bersahaja, alat foto  rusak, komunikasi petugas semaunya, padatnya pengunjung dan sebagainya. Semestinya hal itu tidak terjadi bilamana tiap kelurahan memiliki niat dan memiliki pelayanan yang prima untuk service  warganya.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Anak Nasional, Depok Adakan 'Gelar Ekspresi Anak Spesial'
Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Jalan Raya Keadilan. (Ist)
Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Jalan Raya Keadilan, Depok.  (Ist)

Sejatinya, sebagai lokomotif dari kebijakan Pemkot itu ada di tangan kelurahan yang notabene-nya,  Pak Lurah sebagai komando. Nah, ini bagaimana kontrol dan keseriusan para Lurah di tiap kelurahannya?

Sebagai contoh, di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru — ada warga yang kecewa dan mengeluh kalau petugas kelurahan sudah tidak ada saat pukul 18.20 WIB (ba’da Magrib, red),  kalau pun itu jam istirahat, sebaiknya ada salah satu petugas kelurahan yang stand by, jangan sampai pos melompong. Tak hanya di situ saja, di Kelurahan Mekar Jaya idem. Di Kelurahan Beji malah ada spanduk OHS-ODS terpampang besar-besaran di pagar, kenyataannya petugas kelurahan mengatakan proses e-KTP dan KIA butuh 14 hari kerja. Miris. Ini dimana salahnya?

BACA JUGA:  The Park Sawangan, Mall dengan Konsep Hypermarket Halal Pertama di Depok

Kalau memang belum siap untuk menjalankan program ini, setidaknya program ini ditangguhkan dulu sampai “garda terdepan” (kelurahan, red) sudah mengatakan siap laksanakan!  Kalau begini jadinya, banyak warga yang sewot di kelurahan. Dan jangan sampai pejabat pembuat program ini hanya mengejar pecitraan tapi yang di bawah bonyok.

Kalau ditelisik dari fungsi manajemen, unsur POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, red) patut ditinjau kembali oleh Pemkot Depok.  Das sein das solen!   (Yaya Suryadarma)

BACA JUGA:  Peringatan Hari Anak Nasional, Depok Adakan 'Gelar Ekspresi Anak Spesial'

 

 

 

 

 

 

Komentar

Berita lainnya