oleh

Dari Persib Bandung Sampai Arsenal FC

(Dok pribadi)

Sepak bola, yang umumnya disukai anak laki-laki adalah olahraga yang dilakukan diatas lapangan hijau, dimainkan dengan sepuluh pemain ditambah satu orang penjaga gawang. Walaupun aku seorang anak perempuan, aku sangat suka dengan olahraga ini. Tapi bukan untuk memainkanya, melainlan menjadi seorang penonton setianya, Hehe…

Sejak tahun 2008, aku suka menonton liga-liga sepak bola yang disiarkan di TV seperti, Liga Inggris, Bundes Liga, Piala Dunia yang dilaksanakan empat tahun sekali, atau Indonesia Super League yang sempat berjaya pada masanya dan akhirnya di hentikan.

Kesukaanku menonton sepak bola tidak muncul begitu saja, kebiasaan Ayah dan Paman dirumah yang selalu menontonnya membuatku menjadi ikut-ikutan dan memang memberi kepuasan tersendiri ketika tim yang kita dukung menang, terlebih lagi jikalau yang menciptakan golnya adalah pemain yang kita idolakan.

Sampai hal seperti itu menjadi pembicaraan hangat teman-teman di sekolah. Kadang kemenangan suatu klub sepak bola juga sering menjadi bahan taruhan di kalangan manapun. Seperti aku dan teman-teman, aku yang kala itu mempercayai Persib Bandung yang akan menang dalam laga melawan Arema Malang di pertandingan Indonesia Super League yang dilaksanakan di Stadion Jalak Harupat mendapat teraktiran makan bakso di depan sekolah karna gol dari Cristian Gonzales dan Hilton Moreira pada saat itu yang membuat Persib Bandung unggul 2-0. Sampai seminggu berlalu olokan-olokan Arema kalah terhadap teman-teman yang mendukungnya masih terjadi.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Memang terdengar konyol tetapi itulah keseruan yang terjadi jika tim yang kita bela kalah melawan tim musuh yang di idolakan teman. Sampai saat ini, saat satu per satu pemain Persib pindah ke klub lain dan mengalami perubahan kostum berkali-kali hingga Indonesia Super League dibekukan aku masih menyukai klub ini. Salah satu pemain yang kuidolakan saat itu adalah Christian Gonzales dan pemain muda Eka Ramdani. Teknik bermain merekalah serta supporter yang terlihat ramai disetiap laga, menjadi ketertarikanku dalam menyukai klub sepak bola yang berasal dari tanah pasundan ini.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui
(Dok pribadi)

Selain Persib Bandung, Arsenal adalah klub sepak bola yang aku juga suka. ISL dibekukan, Liga Inggris lah yang menjadi pelarianku. Liga Inggris ialah Liga paling banyak ditonton dari beberapa Liga-Liga yang ada di Eropa karena memuat berbagai tim raksasa Eropa seperti Manchaster United, Chelsea, Liverpool, Manchaster City dan lain dan tentunya klub yang sangat aku idolakan, Arsenal.

Melihat pertama kali Arsenal berlaga, kostum yang mereka kenakan serta lincah dan tampannya Robin Van Persie waku itu yang membuat aku suka dengan klub yang berasal dari London Utara, Inggris ini. Lagi-lagi karna cara mereka bermain yang membuat kecintaan akan klub ini semakin menjadi. Sampai saat ini, saat Arsenal 12 tahun puasa gelar Liga Inggris pun aku masih sangat menyukai klub ini.

Banyak yang bilang, ngapain sih suka Arsenal gapernah juara kalah mulu lolos UCL aja udah sukur. Tapi ejekan-ejekan seperti itu aku tanggapi dengan santai, “Arsenal itu isinya orang-orang setia. Semua butuh proses” Hahaha. Najwa Shihab seorang news anchor andal aja suka kok sama klub yang katanya selalau berakhir di posisi keempat akhir musim klasemen Liga Inggris ini.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Sudah dua tahun juga aku bergabung dengan Arsenal Indonesia Supporter Regional Jakarta. Berkumpul dengan teman-teman yang menyukai kesukaan sama juga menyenangkan, banyak kegiatan yang sering kita lakukan salah satunya adalah nonton bareng ketika Arsenal berlaga. Walaupun tim kesayangan kita di London, tapi kita yang berada jauh disini tetap semangat untuk medukung agar Arsenal memenangkan pertandingan.

Ya jadi sampai saat ini kalau ditanya Arsenal atau Persib Bandung, aku menyukai keduanya. Seimbang kan, support your local team ada Persib Bandung, bermimpi untuk bisa ke Emirates Stadium nya tetap.

Alfia Nurul Fadilla
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

Komentar

Berita lainnya