oleh

11 Tahun Bekerja Lalu di PHK Tanpa Pesangon

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Buntut dari diputuskannya hubungan kerja terhadap 23 buruh oleh PT. Mayaka, ratusan pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan PT. Mayaka, di Jalan Tole Iskandar, Depok Jawa Barat, Senin (30/5).

Pemecatan sepihak yang dilakukan PT. Mayaka membuat sejumlah buruh nyaris depresi. Sebabnya, kebijakan yang tidak berpihak pada mereka itu diberlakukan jelang bulan suci Ramadan, yang kemudian akan masuk Hari Raya Idul Fitri.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Saya enggak tahu harus ngomong apa sama anak istri di rumah, saya tidak kuat pak,” kata salah seorang buruh bernama Arif dengan mata berkaca-kaca.

Ironisnya lagi, Arif mengaku tidak mendapat pesangon sepeserpun atas pemecatan ini. Padahal, ia telah mengabdikan diri pada perusahaan itu selama 11 tahun.

“Selama ini status saya ngambang. Tidak pernah ada kejelasan. Kami berharap ada kebijakan yang memihak pada kita, orang kecil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kantor Kelurahan Panmas Ditutup Hingga 11 September

Aksi ini mendapat kawalan ketat aparat kepolisian. Polisi juga terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi penumpukan kendaraan.

Komentar

Berita lainnya