oleh

Tim Buser Polresta Depok Bekuk Sindikat Pemalsu KTP dan NPWP

Sindikat-Pemalsu-KTP-dan-NPWPDEPOK – Sindikat pemalsu kartu tanda penduduk dan nomor pokok wajib pajak di SPBU Cipayung, Kota Depok, Rabu dini hari berhasil dibekuk Tim Buru Sergap Polresta Depok. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Komisaris Polisi Teguh Nugroho mengatakan tersangka bernama Anan Ali, ditangkap dari informasi laporan warga, bahwa ada orang yang sering membuat KTP dan berkas-berkas administrasi palsu.

Anan Ali (49) mengaku bisa membuatkan KTP seharga Rp 200 ribu. “Atas informasi itu polisi menyamar menjadi pelanggan untuk buat KTP kepada tersangka,” kata Kompol Teguh, Kamis (28/4).

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

Kompol Teguh menuturkan tersangka mengaku bisa melayani pembuatan berkas kependudukan dan surat lainya. Setelah petugas bertransaksi, Ali menjanjikan KTP yang dipesan bisa selesai Selasa kemarin. “Saat transaksi di POM bensin, pelaku langsung dibekuk polisi,” ujarnya.

Setelah dilakukan penggeledahan tersangka ditemukan NPWP palsu, yang diduga juga pesanan orang. Saat diintrogasi pelaku mengungkapkan bahwa yang membuat surat berkas kependudukan palsu tersebut adalah Cepy Surya Pratama, 40 tahun, tinggal di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

“Temannya yang membuat juga langsung ditangkap berikut barang buktinya berupa alat percetakannya sedang peran Ali mencari order (Pesanan),” ungkapnya.

Motif kedua tersangka membuat berkas kependudukan palsu untuk digunakan pelanggannya bertransaksi kredit di bank. Bahkan, tersangka mengaku telah tiga tahun melakukan pemalsuan berkas administrai yang digunakan sebagai syarat transaksi perbankan.

Dari tangan pelaku, Polisi menyita seperangkat alat cetak terdiri dari laptop, printer, flashdisk, alat laminating, kertas dan blanko pembuatan surat-surat palsu, dan berkas KTP, NPWP dan kartu keluarga palsu. Kedua tersangka dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman enam tahun penjara.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

“Kami masih kembangkan kasusnya. Siapa saja yang sudah memesan berkas kependudukan palsu dari kedua tersangka,” ucapnya.

Komentar

Berita lainnya