oleh

TIM Akan Menggelar Pentas Teater “Pesta Maling” Juni Mendatang

 

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA — Di tengah maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT),  Tjelah Teater menggelar sebuah pentas jenaka yang bertemakan korupsi di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Juni mendatang.

Pentas drama komedi kali ini  berjudul, “Pesta Maling”.  Diadaptasi dari naskah drama karya Sastrawan Prancis, Jean Anouillh, dengan seting kehidupan Eropa tahun 1880.

Menariknya, naskah tua ini, diadaptasi, diseting dalam wajah Indonesia masa kini – yang sedang hiruk pikuk dengan aneka jenis korupsi.  Pentas diawali dengan berkumpulnya para tokoh kriminal dari bermacam kelas. Mirip pesta di sebuah tempat terbuka, di sana ada panggung musik disertai penontonnya, ada pencopet, maling, perampok, koruptor, dan berbagai tokoh kriminal lainnya.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Cerita langsung bergulir ketika para pencopet akan melaksanakan tugasnya. Setiap kali mau beroperasi, mereka menyamar menjadi tokoh masyarakat, atau sebagai penjabat negara yang disegani. Suatu ketika, para pencopet itu dalam operasinya menyamar menjadi anggota Parlemen.

Ada Ketua Komisi dan kroni-kroninya. Uniknya, tak seorang pun mengetahui identitas mereka sebenarnya, bahkan Polisi sempat dikelabuhi. Cerita diakhiri dengan pengakuan tentang jati diri mereka. Pada intinya mereka adalah manusia biasa yang berusaha mempertahankan hidup dengan perilaku kriminal.

BACA JUGA:  Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Terpilih Pimpin Dewan Da'wah Islamiyah

Pentas seni  yang Produseri James Ibrahim  dan disutradarai Bambang Isworo, kaya dengan berbagai tampilan kontemplasi yang menggugah daya Kritis. Penting untuk disaksikan sebagai bahan renungan.

“Tjelah Teater  merupakan sebuah kelompok seni drama yang anggotanya terdiri dari para pekerja seni profesional dan aktivis kemanusiaan,” kilah James Ibrahim.

Tambahnya, para pemainnya banyak terlibat dalam workshop dan pementasan teater, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka yang bergabung dalam TJELAH TEATER telah mementaskan beberapa karya monumental WS Rendra – baik naskah asli maupun terjemahan. (HGM)

BACA JUGA:  Indahnya Berbagi dalam Berkarya, dari Seniman untuk Seniman

 

 

 

 

Komentar

Berita lainnya