oleh

Prospek Bisnis Properti Didukung Rencana Infrastruktur Sawangan dan Cimanggis

Suasana pameran properti yang berlangsung di Depok Town Square belum lama ini.
Suasana pameran properti yang berlangsung di Depok Town Square belum lama ini.

PROPERTI – Berdasarkan riset Indonesia Property Watch terhadap proyek perumahan di wilayah Jabodebek – Banten, nilai penjualan di triwulan I/2016 mengalami penurunan. Namun, Bogor tercatat sebagai wilayah satu-satunya yang mengalami kenaikan yaitu sebesar 11,8%.

Secara umum kenaikan triwulan ini hanya sebesar 23,1% dibandingkan triwulan sebelumnya 55,75%, atau sebesar Rp1,2 triliun. Nilai tersebut masih lebih rendah 54,09% dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan tren kenaikan penjualan di triwulan sebelumnya ternyata masih menggambarkan pasar perumahan belum dapat bergerak stabil.

“BI Rate yang berada di level 6,75% belum dapat mengangkat daya beli masyarakat, menyusul suku bunga KPR perbankan yang belum juga kunjung turun,” katanya dalam laporan resmi IPW yang dikutip Bisnis.com.

Ali mengatakan hampir semua wilayah mengalami penurunan nilai penjualan dengan segmen menengah masih menguasai tingkat penjualan sebesar 52,19% dibandingkan dengan segmen atas 28,27% dan bawah 19,54%. Berbeda dengan komposisi segmen besar yang sempat mendominasi penjualan pada triwulan sebelumnya.

Untuk wilayah Depok, meskipun relatif terjadi kenaikan harga rumah di wilayah Depok, tetapi tingkat penjualan masih dirasakan menurun. Namun, dengan rencana beberapa ruas tol yang masih belum selesai membuat pertumbuhan harga tanah di Depok harus menunggu waktu.

“Beberapa pengembang pun mulai serius menggarap wilayah Depok karena prospeknya yang cukup baik khususnya dengan rencana infrastuktur yang ada di wilayah Sawangan dan Cimanggis yang mulai banyak dibangun apartemen,” pungkasnya.

Sumber: Bisnis.com

Komentar

Berita lainnya