oleh

Peringatan May Day Ditandai Aksi Sosial Penyuluhan Kesehatan

Ilustrasi
Ilustrasi

 

JAKARTA (28/4) — Peringatan Hari Buruh Internasional 1 May 2016, yang jatuh pada hari Minggu besok — Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kerjasama dengan OASE – KK (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) menggelar aksi sosial.

Kegiatan sosial itu bertepatan dengan hari “H” May Day dipusatkan di  Semarang dan Kendal, Jawa Tengah. Acara ini berupa penyuluhan dengan tema “Upaya Peningkatan Kesehatan Tenaga Kerja Wanita dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia 2015-2019” yang melibatkan 2.000 wanita pekerja.

Direktorat Jenderal (Ditjen) PPK dan K3 selaku pelaksana program tersebut, konsern terhadap kesehatan alat reproduksi wanita pekerja, sebagaimana dikemukakan Direktur Bina Keselamatan  dan Kesehatan Kerja, DR. Dewi Rahayu, dikarenakan  penyakit  kanker serviks atau kanker leher rahim, mengancam kesehatan, produktivitas dan harapan hidup wanita pekerja.

BACA JUGA:  Dian Sastro Kunjungi Mahasiswa dan Pelajar Secara Daring Melalui M-Class

“Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang,” ungkap Dr. Dewi Rahayu dalam siaran persnya yang diterima depokpos.com, Kamis pagi (28/4).

Saat ini, kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim.

BACA JUGA:  Peningkatan Sektor UMKM Lokal dengan Sistem E-Commerce

Kanker yang mematikan ini, jelah Dewi lagi, distribusi kasus mencapai puncak dua periode, pada usia 35-39 tahun, dan pada usia 60-64 tahun. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim  adalah 50 tahun. Untuk mengobati penyakit kanker, lanjutnya akan menghabiskan biaya yang besar, mencapai ratusan juta rupiah.

“Lebih baik mencegah, dari pada mengobati, selain biaya pengobatan yang mahal, juga bila diketahuinya sudah stadium lanjut kanker leher rahim memiliki resiko fatal yang tinggi,” kata Dewi.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Untuk mengatasi penyakit keganasan yang banyak menyerang wanita di usia produktif ini, bertepatan dengan peringatan May Day, setelah melakukan  penyulusah kepada ribua pekerja, akan dilaksanakan upaya pencegahan – deteksi dini  dengan melakukan  pemeriksaan inspeksi  Visual Asam Amino (IVA-Tes), pada wanita pekerja di Propinsi Jawa Tengah – khususnya Semarang dan Kendal.

“Bila hasil pemeriksaan positif terdeteksi menderita kanker leher rahim, akan ditindaklanjuti dengan pengobatan melalui BPJS Kesehatan,”  imbuhnya.  (Getar)

 

Komentar

Berita lainnya