oleh

Pakar UI: Tolak Transjakarta Masuk Depok Bisa Berdampak Buruk

DEPOK – Pakar Transportasi dari Universitas Indonesia (UI) Depok Mohammed Ali Berawi mengatakan penolakan uji coba moda transportasi seperti Transjakarta oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan berdampak buruk terhadap kenyamanan penumpang. Alasannya, saat ini kasus perampokan dan penjambretan dalam angkutan perkotaan (Angkot) membuat para penumpang beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Ali mengatakan akibatnya penguraian kemacetan arus lalu lintas menuju Jakarta dan sebaliknya tidak dapat diretas. “Yang menjadi persoalan selama ini tidak ada moda transportasi umum yang nyaman disediakan Pemkot Depok buat penumpang. Sehingga alternatif penggunaan kendaraan pribadi pun menjadi pilihan utama. Nah ini kan menjadi bertolak belakang dengan kebijakan Pemkotnya sendiri untuk membuat kenyamanan kepada penumpang untuk beraktivitas,” katanya seperti laporkan indopos, Senin (25/4).

BACA JUGA:  Majelis Ta'lim Nurrusyabaab Wujudkan Kepedulian Mulai dari Usia Dini

Sebenarnya, lanjut Ali, uji coba Transjakarta tidak perlu ditolak Pemkot Depok. Itu untuk melihat besar atau tidaknya ketertarikan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi yang cepat serta nyaman dalam menjalankan beragam kegiatan. Dan juga untuk mendapatkan moda transportasi masal yang ideal di kota satelit tersebut.

“Inikan sangat baik sekali dilakukan, toh namanya juga uji coba. Pastinya akan ada evaluasi kembali dari uji coba itu untuk mendapatkan angkutan umum yang cocok diterapkan di Depok. Yang terjadi sekarang belum diuji coba sudah ditolak dengan alasan ukuran kendaraan yang besar,” paparnya.

BACA JUGA:  Kembali Layanan 1000 Makan Gratis Humanity Food Truck ACT Untuk Warga Depok

Menurutnya, selama ini inisiatif Pemkot Depok dalam menciptakan moda transportasi massa yang ideal seperti Pemprov DKI Jakarta tidak pernah dilakukan. Akibatnya, aksi kejahatan di dalam angkutan penumpang terus saja terjadi. Dan yang paling parah penambahan jumlah angkot yang tidak dikontrol dengan penyediaan aspek jalan baru dalam mengurai kemacetan.

Karena itu, Ali menyarankan, Pemkot Depok pun dapat menerima uji coba Transjakarta itu kepada masyarakat Depok. Dia optimistis jika itu dikerjakan Pemkot Depok, penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang. Dirinya pun juga meminta PT Transjakarta menyediakan armada yang berkualitas. “Banyak aspek positif yang dapat diambil Pemkot nanti dalam uji coba ini. Saling bekerja sama saja untuk mencipatakan moda tranportasi yang cocok pada daerah masing-masing,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Bantu Sesama, Warga Sawangan Dirikan Dapur Umum

Menyikapi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana menuturkan, belum disetujuinya uji coba Transjakarta oleh Walikota Depok disebabkan banyak faktor. Yakni, akses jalur khusus yang belum terbangun, halte penumpang dan infrastruktur penunjang busway yang dibutuhkan. Karena itu, lanjutnya, jika tetap dipaksakan diuji coba, kasus kemacetan di jalan utama pun akan semakin tidak dapat ditanggulangi.

“Tidak mungkin luas jalan yang dibuat empat lajur harus dipaksakan menjadi lima lajur. Jika sarana belum ada bagaimana akan dilakukan uji coba. Sekarang pun kami masih sulit menentukan rute perlintasan busway ini,” tuturnya. (indopos)

Komentar

Berita lainnya