oleh

Kejari Tahan Tersangka Korupsi Dana Pilkada

DEPOK –  Setelah melewati pemeriksaan selama empat jam,  akhirnya tersangka kasus korupsi dana sosialisasi Pilkada Kota Depok Fajri Asrigita Fadillah dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jum’at (22/4).

Tersangka Fajri merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok tersandung kasus korupsi sebesar Rp 1,5 miliar rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok Yudha P. Sudijanto menegaskan penahanan terhadap tersangka Fajri dilakukan agar tidak menghilangkan alat bukti dan melarikan diri. Penahanan dilakukan usai pemeriksaan dan kelengkapan administrasi terhitung sejak 20 hari ke depan, 22 April sampai 11 Mei 2016.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

“Penahanan dilakukan di Rutan Kelas II Cilodong, Depok, Jawa Barat. Ini Rutan baru, dia mungkin tersangka korupsi yang pertama mendekam di Rutan yang baru ditinjau Menkumham Yasonna Laoly beberapa waktu lalu,” kata Kepala Kejari Kota Depok Yudha P Sudijanto.

Yudha menjelaskan, tersangka Fajri yang baru satu tahun menjabat menjadi PNS di lingkungan Komisi Pemilihan Umum telah menyalahi wewenang dalam proyek sosialisasi Pilkada Kota Depok tahun 2015.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Yang jelas karena dia mempunyai sertifikasi pengadaan barang dan jasa dan dari pemeriksaan jaksa penyidik ditemukan adanya bukti dugaan pelanggaran yang dilakukan tersangka FAF, yakni adanya kesalahan dalam pengadaaan barang dan jasa dari lelang menjadi penunjukan langsung (PL)”, ungkap Yudha.

Lebih lanjut Yudha mengatakan, Kejari Kota Depok memastikan bahwa kasus korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok akan terus diusut hingga tuntas.

Komentar

Berita lainnya