oleh

Kejari Depok Tahan Tersangka Korupsi Jembatan Terminal Jatijajar

1426521565999314102-55b638dcf17a618917698d2a
Ilustrasi.

DEPOK – Kejaksaan Negeri Kota Depok menahan tersangka kasus dugaan korupsi jembatan Terminal Jatijajar Victor JT Mandajo.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Yudha P Sudijanto, mengatakan pada Kamis (14/4), bahwa tersangka Victor yang merupakan pemilik PT. Kebangkitan Arman Kesatria telah menerima uang tanda jadi sebesar 20% atau senilai Rp 1,2 miliar dari total lelang Rp 5,6 miliar.

Menurut dia, penahanan ini dilakukan karena kontraktor itu tidak membangun fisik jembatan masuk terminal tipe A yang ditenderkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

“Proyek ini sudah berlangsung sejak 15 Oktober 2015 dan berakhir pada akhir Desember 2015 atau setara dengan dua bulan seharusnya sudah selesai, tapi proyek tersebut tidak kunjung usai hingga batas yang telah ditentukan,” kata Yudha, Kamis (14/4).

Saat ini, katanya, Kejari Kota Depok sudah melakukan penyelidikan dan sedang mendalami kasus tersebut lebih lanjut, serta memanggil 20 saksi terkait guna mengungkap kasus korupsi ini.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Ia menjelaskan tersangka sudah lima kali dilakukan pemanggilan, tapi selalu berkelit, sehingga Kamis (14/4) dilakukan penahanan.

Yudha mengatakan kemungkinan akan muncul tersangka-tersangka baru dalam kasus korupsi proyek tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengalami kerugian sebesar Rp1,2 miliar atau senilai 20 persen dari total nilai lelang. Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun atau setara dengan denda satu miliar.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Tersangka telah dibawa menggunakan mobil tahanan ke Lapas Pondok Rajeg.

Komentar

Berita lainnya