oleh

JPO di Margonda Kurang, Walikota Akui Kesulitan Pembebasan Lahan

_MG_1985 copy
Walikota Depok Idris Abdul Shomad didampingi Kadiskominfo Fitriawan dalam acara Bincang Santai Netizen di Institut Musik Jalanan, Sabtu (9/4).

DEPOK – Terkait minimnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang tersedia di jalan Margonda Raya, Walikota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan ada beberapa masalah krusial yang sifatnya sangat teknis namun menjadi kendala besar dalam pembangunan JPO baru.

Hal tersebut disampaikan dalam bincang santai bersama netizen Depok yang digelar di Institut Musik Jalanan, Sabtu (9/4).

Idris mengatakan bahwa soal JPO, Gubernur Jawa Barat sudah menyediakan dana sejak tahun 2013 untuk pembangunan JPO sebanyak sepuluh buah dengan biaya yang tidak sedikit. Menurut Idris, Gubernur saat itu mengatakan hanya bisa membantu konstruksi jembatannya, namun lahannya disediakan oleh Pemerintah Kota Depok.

Namun untuk pembangunan sebuah jembatan yang notabene harus memiliki dua kaki yang masing-masing berada disatu sisi jalan, Idris mengatakan hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan yang akhirnya menghambat pembangunan JPO.

“Rata-rata pemilik lahan di jalan Margonda¬† tak mau menjual tanahnya, Pemkot sudah menganggarkan sejak tahun 2013 untuk membeli lahan minimal 50 meter untuk satu kaki jembatan,” terang Idris.

Sebagai contoh, Idris mengatakan bahwa D’Mall bahkan pemiliknya sudah mengatakan akan memberikan tanah secara cuma-cuma, namun kendala justru ada dilahan yang berada diseberangnya untuk kaki jembatan satunya.

“Tapi yang diseberangnya itu, dibeli juga nggak mau,” terang Idris.

Hal tersebut berimbas tak bisa dibangunnya jembatan yang diperlukan karena terkendala oleh keengganan pemilik lahan menjual tanahnya.

Hal yang sama, menurut Idris, juga terjadi di titik-titik lain yang direncanakan untuk pembangunan JPO.

Idris mengatakan hingga saat ini pihak Pemkot masih mengupayakan untuk bisa membebaskan lahan-lahan yang diperuntukkan untuk JPO karena ini sudah menjadi program Pemkot. (ghozi)

Komentar

Berita lainnya