oleh

Andi Malewa: Dengan Supercard Pengamen Dapat Dibina Tanpa Biaya Apapun

Pendiri IMJ Andi Malewa saat peluncuran supercard bersama Walikota Depok Mohammad Idris.
Pendiri IMJ Andi Malewa saat peluncuran supercard bersama Walikota Depok Mohammad Idris.

DEPOK – Pendiri Institut Musik Jalanan (IMJ), Andi Malewa mengaku sangat lega dengan diluncurkannya Depok Supercard atau kartu bebas ngamen bagi musisi jalanan ini.

Sebab sejak 2012, IMJ, sudah mengkampanyekan rencana kartu bebas ngamen ini, berikut berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait di Pemkot Depok.

Menurut Andi, kartu bebas ngamen ini nantinya wajib dimiliki secara gratis oleh musisi jalanan atau pengamen di Depok, namun dengan syarat, memiliki performance dan tingkah laku atau attitude yang baik serta menghibur.

Karenanya, para pengamen yang ingin mendapat kartu ini bisa juga mendapat pembinaan di IMJ tanpa biaya apapun.

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

Ia menegaskan kartu bebas ngamen ini sebenarnya adalah pembinaan pengamen di Depok yang dilakukan pihaknya bersama Pemkot Depok, agar mereka mendapatkan pelatihan lebih lanjut.

Kartu bebas ngamen, kata Andi, mulai dikampenyekan oleh IMJ yang bermarkas di Depok, ketika Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang ketertiban umum diterbitkan 2012 lalu.

Sebab dalam Perda itu, ada larangan memberi uang kepada pengamen dan larangan bagi siapapun untuk mengamen di Depok karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

BACA JUGA:  KCD Kembali Rayakan HUT RI di Sungai Ciliwung

“Jadi dengan kartu bebas ngamen, pengamen tidak lagi dianggap mengganggu ketertiban umum. Tapi disediakan tempat untuk berekspresi yang direkomendasikan secara resmi oleh Pemkot Depok yang bekerjasama dengan para pengusaha di Depok,” katanya.

Salah satu teknisnya, kata dia, pengamen yang terkena razia Satpol PP dan tidak memiliki Depok Supercard, akan diserahkan ke IMJ untuk dibina dan mendapat pembekalan lanjutan berupa pelatihan bermusik dan etika.

Setelah dianggap layak, mereka mendapat kartu bebas ngamen, dan dari sana oleh Dinas Pariwisata Depok akan disediakan tempat untuk mengamen di tempat yang layak seperti kafe-kafe yang ada diseputar Kota Depok.

BACA JUGA:  Hadapi Krisis Literasi, DD Pendidikan Kumpulkan Pegiat TBM

“Jadi pengamen yang tadinya cuma tampil di angkot, bis atau lampu merah, bisa perform ditempat yang lebih layak seperti kafe diseputar Depok, mal, hotel atau lainnya,” kata Andi.

Dengan dukungan dari Pemkot Depok, Andi berharap bisa mengembangkan kreativitas para musisi jalanan yang bertalenta sehingga mendapat kesempatan tampil di mall, restoran, kafe, ruang publik, dan tempat-tempat pariwisata secara leluasa dan resmi.

Komentar

Berita lainnya