oleh

Akun Palsu Walikota Depok Punya Lebih Banyak “Like” Dari Yang Asli

DEPOK -Sosial media adalah sarana yang efektif untuk melakukan komunikasi interaktif antara pemimpin dan warganya, tak terkecuali facebook. Di media sosial, kita bisa menuangkan ide atau sekedar keluhan terhadap mereka dengan mudah.

Namun lain cerita ketika ada orang yang tak bertanggung jawab membuat akun sosial media palsu. Interaksi menjadi bias, dan bahkan informasi yang disajikan tak bisa dipertanggungjawabkan.

Tak terkecuali laman resmi Walikota Depok Mohammad Idris yang turut dipalsukan. Dan bahkan, jumlah suka (like) pada akun palsu tersebut ternyata jauh lebih banyak dari yang asli.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Pantauan depokpos pada Selasa (19/4), laman palsu Walikota Depok mencapai jumlah suka hingga 38.065 penyuka, sementara laman resmi pria lulusan Gontor ini hanya 6.615.

Perbandingan akun palsu dan asli Walikota Depok.
Perbandingan akun palsu dan asli Walikota Depok.

Terkait hal tersebut, Idris membenarkan adanya manipulasi akun sosial media yang mengatasnamakan dirinya.

”Ada media Facebook (FB) saya, istilahnya dimanipulasi,” ujarnya, seperti dikutip situs resmi Pemkot Depok.

Lebih lanjut, dirinya akan menyatakan di akun FB resmi miliknya, bahwa itu memang benar akun pribadi yang asli dan dia tidak punya akun lain.

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

“Nanti saya nyatakan dari FB saya, bahwa yang resmi adalah yang ini dan akun yang lainnya itu, tidak ada hubungan dengan saya,” ucapnya.

Idris melanjutkan, meski belum ada yang mengkhawatirkan dari setiap informasi kegiatan dirinya yang dibagikan kepada pengguna FB, namun, jelas bahwa akun Walikota Depok palsu tersebut sudah menyalahi. Sebab, akun yang dimanipulasi tersebut tidak meminta izin dirinya, apalagi berkonsultasi terkait konten apa saja yang dapat dishare ke pengguna FB.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

“Dia sudah menyebarkan kegiatan-kegiatan saya yang tidak saya restui dan dia nggak konsultasi ke saya. Kan nggak bener itu,” tegasnya.

Pria kelahiran Jakarta itu mengungkapkan, dengan adanya akun palsu tersebut, banyak orang yang beranggapan bahwa Idris lah pemilik akun tersebut.

”Orang kesannya begitu, itu punya saya. Karena itu, kedepan, saat akan menshare informasi. Saya akan menetapkan kode khusus yang menandakan bahwa itu akun asli saya, setiap melakukan share ke FB,” pungkasnya.

Komentar

Berita lainnya