oleh

Warga Depok Akan Sholat Gerhana di Masjid Balaikota

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Pemkot Depok akan menggelar shalat gerhana pada saat detik-detik Gerhana Matahari Total (GMT), yang jatuh pada Rabu, (9/3). Shalat Gerhana akan dilaksanakan di Masjid Balaikota Depok dengan imam KH. Deden Abdulrahim, S.Ag dan khatib KH. Abdul Ghani Jamal, S.H.

Shalat gerhana ini juga akan dihadiri oleh Walikota Depok, Mohammad Idris. Selain itu juga kepala OPD, Camat dan Lurah beserta para PNS juga akan berpartisipasi. Total ada 1.500 jamaat yang akan diundang untuk menghadiri kegiatan ini.

“Selain di balaikota, warga lain juga ada yang mengadakan salat gerhana ini di beberapa titik, seperti di Beji dan UI,” ujar Kasubag Agama, Bagian Sosial Sekda Kota Depok, Eka Firdaus seperti dikutip situs resmi Pemkot Depok.

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Shalat gerhana akan dimulai pada pukul 05.45 WIB yang akan diawali mengenai pemaparan dan penayangan proses terjadinya Gerhana Matahari. Waktu shalat gerhana sendiri pun dilakukan pukul 06.45 WIB.

Peristiwa gerhana matahari merupakan salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Karenanya, dengan menggelar Shalat Sunah Gerhana Matahari, maka bisa menjadi salah satu bentuk pengakuan umat Islam terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Berikut tata cara melakukan shalat gerhana :

  • Berniat dalam hati untuk melakukan shalat gerhana.
  • Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
  • Membaca do’a iftiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) dengan suara nyaring (jahr)
  • Ruku
  • Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’.
  • Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  • Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
  • Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
  • Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
  • Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  • Tasyahud
  • Salam
  • Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.

Komentar

Berita lainnya