oleh

Tawuran Remaja, Belasan ABG Diamankan Polsek Beji

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Dua orang terluka akibat tawuran yang terjadi di Jalan Bambon Raya, Beji, Kota Depok, Minggu (6/3) dinihari tadi. Salah satu korban mengalami luka sobek di bagian punggung akibat bacokan senjata tajam‎.

“Saat ini korban masih dalam penanganan medis,” ucap Kapolsek Beji Ni Gusti Ayu Supiati.‎

Minggu dini hari, sekitar pukul 2.00 WIB, puluhan remaja tanggung yang diduga berasal dari wilayah Beji Pladen memasuki Jalan Bambon Raya dan menyerang siapa saja yang berada dijalan tersebut.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Serangan semakin membabi buta setelah kelompok remaja ini menjumpai kelompok remaja lainnya yang sedang berkumpul didepan sebuah minimarket. Kelompok yang diserang lalu masuk berlindung kedalam sebuah warnet namun tetap dikejar dan akhirnya seorang terluka terkena sabetan senjata tajam.

Ansor, salah seorang relawan Forum Masyarakat Kukusan (FOKUS) yang pada saat kejadian berada dilokasi langsung berkoordinasi dengan melalui handie talkie kepada aparat kepolisian dan dengan cepat direspon oleh Polsek Beji.

Dalam kejadian tersebut, 12 remaja ditangkap Polsek Beji. Polisi juga menyita beberapa senjata tajam yang diduga digunakan dalam tawuran.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Penyidikan ditangani unit Reskrim Polsek Beji,” tutur Ayu. Kini, situasi telah kondusif dan aman setelah penindakan dilakukan aparat kepolisian.

Sementara Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Depok, Asep Saeful Hikmat yang kebetulan tinggal diwilayah tersebut mengatakan bahwa motif tawuran itu sendiri sangat tak masuk diakal.

“Jadi mereka ini bilang sedang merayakan ulang tahun, dan cara merayakannya dengan menyerang (tawuran-red). Setelah dari sini (Jalan Bambon), mereka berencana ke wilayah Kukusan tapi lebih dulu berhasil diamankan,” ujar Asep.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Sementara salah seorang warga mengatakan bahwa di Jalan Bambon sendiri sudah beberapa kali terjadi tawuran. “Terakhir yang paling parah itu bulan puasa (ramadhan-red) lalu, sampai ada yang terluka parah kena samurai,” ujar Haji Seno, warga setempat.

Sekali lagi koordinasi yang cepat antara warga dan kepolisian behasil mencegah terjadinya tindak kejahatan tak melebar lebih luas. (fa)

Komentar

Berita lainnya