oleh

Rektor IPB: “Green Campus” Untuk Keamanan Civitas

444114_620

BOGOR – Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto mengatakan program Green Campus telah dirancang sejak 2005, dengan tujuan keamanan, kenyamanan dan berwawasan lingkungan.

“Tujuan utama dari program ini mengajak civitas kampus untuk lebih ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sepeda,” kata Herry seperti dilansir Antara, Selasa (15/3).

Herry mengatakan, kuantitas penggunaan kendaraan bermotor di IPB mengalami peningkatan dari tahun 2014 sebanyak 3.076 menjadi 10 ribu unit di tahun 2015. Begitu juga dengan mobil, dari 619 menjadi 1.267 unit, termasuk jumlah ojek yang beroperasinya dari 10 unit kini menjadi 217 unit.

BACA JUGA:  Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Ditutup

Selain itu, lanjut dia, tingginya kuantitas kendaraan di dalam kampus IPB, akses jalan yang terbuka membuat sistem keamanan di kampus tersebut menjadi lemah.

“Banyak kejadian kriminalitas terjadi, seperti pencurian laptop, handphone, pencurian motor, bahkan penembakan dua petugas keamanan kita juga dilakukan oleh pengguna motor,” katanya.

Menurutnya, program green campus mengajak semua civitas IPB untuk menggunakan sepeda atau membudayakan berjalan kaki. Bagi yang tidak bisa mengendarai sepeda disiapkan alternatif mobil listrik, dan bus kampus.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

“Ini pilihan, silakan mau menggunakan sepeda, atau mobil listrik dan bus kampus,” katanya.

Herry mengakui, banyak yang terdampak dengan diberlakukannya program tersebut, mahasiswa yang tadinya biasa parkir kendaraan bebas, begitu juga dengan dosen dan pegawai yang memarkirkan mobil tidak teratur, dan ojek yang biasa mendapatkan penumpang mahasiswa.

“Secara bertahap kita benahi ini semua, untuk mahasiswa, pegawai dan dosen yang kesulitan karena harus membawa peralatan kita sediakan bus dan mobil listrik,” katanya.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Keluarkan Surat Peningkatan Kewaspadaan di Jabar

Begitu juga dengan tukang ojek, lanjutnya, IPB juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi pengendara ojek yang terdampak dengan mengajak mereka bergabung untuk bekerja bersama IPB.

“Mereka bisa menjadi apa saja sesuai keahliannya, seperti supir bus, supir mobil listrik, penjaga parkir, penjaga sepeda. Bisa juga kalau mereka punya keahlian elektronik, bisa bekerja di teknisi mesin bus dan sepeda,” katanya.

Komentar

Berita lainnya