oleh

Perhatikan Hal Ini Agar Anak Tetap Aman di Dunia Maya

internet sehat, aman dan manfaat

Hari ini gadget dan akses internet bukan lagi didominasi kaum dewasa semata. Seiring semakin berkembangnya teknologi, gadget hari ini telah menggantikan peran boneka, mobil-mobilan atau jenis mainan lain yang biasa kita mainkan saat kecil dulu.

Sebagai orangtua, kita pun cenderung bersifat terbuka atau memberikan akses lebih kepada anak untuk bersinggungan dengan gadget dan internet sebagai penggganti mainan konvensional. Sayangnya, sifat permisif para orangtua ini tidak didukung dengan pengetahuan yang cukup mengenai keamanan akses internet.

Sebagian kita, orang tua, justru bersikap sebaliknya. Alih-alih melindungi anak dari penyalah-gunaan internet, orangtua justru melarang anak bersinggungan dengan internet atau minimal memberikan akses yang sangat terbatas kepada anak menggunakan internet.

“Agar sepatu tak rusak, simpan ia didalam lemari, tak usah dipakai.” Itu mungkin gambaran yang mirip dengan sikap kita yang cenderung over protektif.

Betul, dalam dunia maya anak-anak bisa saja menjadi sasaran cyber bullying, incaran para predator pedofil hingga pengaruh konten dewasa. Inilah beberapa efek negatif dari internet yang justru seharusnya menjadi perhatian para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal yang pastinya tidak diinginkan.

Kita sebagai orangtua harus selalu aktif membantu anak-anak kita agar tetap aman saat mereka berada di dunia maya.

Selalu ikuti perkembangan internet dan media sosial.

Ini adalah tips pertama dan yang paling penting. Bagaimana mungkin kita bisa melindungi anak-anak kita jika kita tak mengetahui bahaya seperti apa yang mengintai? Penjaga harus lebih tahu, lebih cepat dan lebih cekatan dari yang dijaga.

Dengan selalu mengikuti hal-hal seputar internet dan media sosial ini, orangtua tak akan ketinggalan informasi apa yang terjadi hari ini. Hal ini menjadi penting karena anak cenderung memiliki waktu yang lebih banyak untuk bersinggungan dengan dunia maya sehingga berpeluang mendapatkan informasi lebih cepat daripada orangtuanya yang notabene mempunyai  beragam kesibukan.

Jika orangtua kalah cepat dari anak dalam mendapatkan informasi, maka kemungkinan kita memfilter informasi  yang salah masuk keanak juga semakin kecil.

Dampingi Saat Anak Bermain Gadget

Tips ini mungkin akan membuat anak sedikit risih dan cangggung dengan keberadaan kita disisi mereka ketika anak sedang mengakses media sosial.  Ini bisa jadi karena cara kita mengawasi membuat anak merasa dirinya menjadi “tersangka” hingga harus selalu diawasi aktifitasnya.

Tanyakan saja beberapa hal tentang apa yang sedang dilakukan dengan gadgetnya dengan nada yang tidak menyindir dan apapun yang membuat anak menjadi merasa terintimidasi.

Dalam situasi ini, kita tak perlu memposisikan diri sebagai orangtua. Posisikan diri sebagai teman dan sahabat dari anak-anak kita saat melakukan pendampingan agar anak tak merasa sedang dipantau dan terintimidasi.

Ketika orangtua telah masuk dalam dunia mereka pada saat pendampingan, maka saatnya kita memberikan beberapa nasihat pada mereka. Dan yang perlu diingat adalah berikan nasihat selayaknya sebuah masukan dari teman, bukan sebagai orangtua.

Berbekal informasi yang telah kita dapatkan tentang perkembangan internet dan gadget tersebut, ingatkan pada mereka untuk selalu menjaga sikap saat berselancar di dunia maya. Berikan pengetahuan pada mereka bahwa ada hukum dan undang-undang ITE (Informasi dan Traksaksi Elektronika) yang bisa menjerat siapapun yang melakukan tindak kejahatan di dunia maya.

Selalu Menjaga Privasi Pribadi.

Banyak aktifitas di media sosial yang meminta berbagai data pribadi atau identitas dari si pengakses. Pahami bahwa tidak semua konten yang ada di media sosial baik untuk diikuti.

Saat kita melakukan “pendampingan”, kita juga bisa mememberi masukan kepada anak agar selalu berhati-hati dalam memberikan identitas atau informasi pribadi, terutama nomor telepon dan alamat rumah di dunia maya. Beberapa bahaya kejahatan yang bisa terjadi karena terlalu mengumbar informasi pribadi adalah penipuan, penculikan, pengambilalihan akun serta kejahatan cyber lainnya.

Pencegahan Sebelum Penggunaan.

Ini adalah langkah terakhir yang bisa kita tempuh sebagai orang tua dan efektif untuk diterapkan pada anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Untuk membuat aman anak-anak saat melakukan akses internet dan dunia maya adalah dengan melakukan pencegahan sejak dini.

Pencegahan yang dimaksud adalah dengan membuat gadget benar-benar aman sebelum diserahkan kepada anak.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan dari hal ini adalah melakukan pengaturan keamanan pada gadget, termasuk enkripsi dan layanan keamanan lain saat melakukan akses internet seperti PIN pada smartphone. Aturlah sedemikian rupa agar saat gadget diberikan pada anak, resiko penyalahgunaan gadget menjadi sangat kecil.

Hal lain yang bisa dilakukan dalam pencegahan ini adalah mengisi gadget dengan aplikasi ramah anak seperti Vine Kids, Youtube kids, Anak Cerdas, Fun Clock, Jungle Time dan aplikasi ramah anak lainnya.

Selamat mencoba dan semoga kita bisa tetap menjaga anak-anak kita aman tanpa harus mengekang mereka.

100Ditulis oleh: Wiryono Sudianto (CJ Ryon)
Penulis adalah praktisi teknologi informasi dan penggagas Depok Cyber Center. Saat ini aktif  di Cyberlab yang berpusat di Bandung, Jawa Barat.

Komentar

Berita lainnya