oleh

Penyerangan Pesantren di Depok Oleh Preman Atas Suruhan Seseorang

DEPOK – Pondok Pesantren Mutiara Bangsa, Depok, diserang sekelompok orang tak dikenal. Mereka meminta hengkang para penghuni pondok pesantren seluas 2.308 meter persegi itu, termasuk para santri yang mondok di pesantren tersebut.

Pengasuh dan pendiri Ponpes Mutiara Bangsa, Muflih Sartono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (15/3) siang hingga menjelang magrib.Situasi di pesantren sendiri saat ini sudah kondusif.

Muflih mengatakan saat kejadian dirinya tidak berada di kawasan pondok pesantren.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

“Santri menghubungi saya. Mereka saya instruksikan untuk tidak melawan tapi tetap bertahan,” kata Muflih kepada wartawan, Rabu (16/3).

Aksi penyerangan dan intimidasi itu, menurut Muflih dilakukan oleh orang suruhan Umar Alianto. Kasus ini berawal dari sengketa lahan.

Diceritakan Muflih, sertifikat tanah ponpes telah digadaikan oleh Umar ke sebuah bank pada tahun 2008.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Nilainya Rp 2 miliar. Sebenarnya proses perdata kasus ini masih berjalan. Jadi belum ada putusan,” ucap Muflih.

Muflih mengatakan, kejadian intimidasi kemarin akhirnya selesai setelah pihak kepolisian datang ke lokasi. Bersamaan dengan itu Muflih menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

“Baru mereka pergi dan berhenti mengeluarkan barang-barang di ponpes,” ungkapnya.

Dia mengakui sengketa lahan ini berkaitan dengan pengerjaan tol. Karena lahan ponpes memang terkena proyek tol dengan nilai hingga Rp 3 miliar.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

“Makanya mereka ngotot untuk dikosongkan. Sedangkan gugatan sudah dilaporkan ke PN Depok,” katanya. (san)

Komentar

Berita lainnya