oleh

Marak Kasus Bunuh Diri, Sekolah di Depok Akan Siapkan Klinik Psikologi

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Depok beberapa waktu terakhir, menjadi fenomena yang memprihatinkan banyak pihak.

Guna mendeteksi dan mencegah masalah tekanan kejiwaan ini, terutama di kalangan pelajar, Pemkot Depok membuat klinik bimbingan jiwa dan agama di sekolah-sekolah dari SD, SMP dan SMA. Di klinik ini disediakan psikolog dan ahli agama.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Pemerintah (Kota Depok) segera buat klinik masalah kejiwaan ini, berupa klinik bimbingan kejiwaan dan agama di sekolah-sekolah semua tingkatan. Di klinik ini ada ahli kejiwaan dan agama. Fenomena bunuh diri ini sangat memprihatinkan. Bunuh diri sangat dibenci Tuhan. Miris saya,” sebut Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, seperti dikutip detik Sabtu (26/3).

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Dikatakan Pradi Supriatna, bunuh diri yang terjadi di kalangan remaja, pemuda, sampai dewasa lantaran tak kuat menghadapi tekanan kejiwaan dari masalah. Selain itu juga lemahnya keimanan seseorang pada keyakinan agamanya.

Menurut Pradi, Pemkot Depok sangat bersungguh-sungguh dalam hal pembinaan dari penyimpangan moralitas ini.

“Kota Depok sekarang, di era saya, Wali Kota Pak Idris dan saya sebagai wakilnya, punya moto ‘Unggul, Nyaman, dan Relijius sebagai panduan kerja kami. Maka penyimpangan akhlak dan nilai agama perlu kita cegah. Kerjasama dengan semua elamen sosial harus ditingkatkan. MUI dan oraganisasi keagamaan lainnya perlu terlibat,” pungkasnya.

Komentar

Berita lainnya