oleh

Lakukan Pemerasan, 4 Anggota Ormas Diciduk

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Diduga melakukan pemerasan terhadap pekerja pemasang tower base transceiveir station (BTS) di Perumahan Jati Mulya Lestari, Kalimulya, Cilodong, Depok, empat orang anggota organisasi masyarakat (ormas) di Depok dibekuk tim buru sergap Polresta Depok, Kamis (10/3).

Keempatnya adalah Iwan Setiawan (48), Suryono (51), Nur Cholid (49) dan Atin Supriatin (44), warga Cilodong, Depok.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho menuturkan, keempat orang oknum ormas di Depok ini diketahui meminta uang Rp 7 Juta secara paksa kepada pekerja pemasang tower BTS di Kalimulya, Cilodong, Depok.

“Dalihnya uang Rp 7 Juta itu sebagai kompensasi keamanan agar dapat memasang tower BTS di perumahan di Cilodong,” kata Teguh.

Penangkapan ke empatnya tak jauh dari lokasi pemasangan tower BTS, setelah pihak kepolisian menerima laporan korban berinisial Fatahilah, salah seorang pekerja pemasangan BTS.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Kejadian pemerasan ini dimulai saat Fatahilah bersama tiga rekannya, pekerja pemasang tower BTS dari perusahaan Xerindo, hendak memasang alat BTS di tower BTS, yang ada di Kalimulya, Kamis pagi.

Namun, Fatahilah dan tiga rekannya dihalangi oleh ke empat anggota ormas, yang saat itu datang ke lokasi dimana tower BTS berada. Selanjutnya mereka meminta uang Rp 7 Juta kepada Fatahilah dan rekan-rekannya, sebagai uang kompensasi sebelum melakukan pemasangan alat BTS.

“Korban tidak bisa menyanggupi karena harus lapor ke kantor perusahaannya dulu,” kata Teguh.

Karena tidak puas, keempat orang anggota ormas itu meminta Fatahilah bersama rekannya, segera melaporkan ke kantornya melalui sambungan telepon. Sementara Fatahilah dan tiga rekannya disandera oleh mereka dan meminta menunggu di mobil.

BACA JUGA:  Pilkada Depok 2020: Pradi-Afifah Nomor Urut 1, Idris-Imam Nomor Urut 2

Bukan itu saja, kemudaian ke empat tersangka makan di rumah makan tak jauh dari lokasi pemasangan tower dan meminta Fatahilah bersama tiga rekannya membayar makanan mereka.

“Bon makan sebesar Rp156 ribu diserahkan oleh pelaku ke para pekerja pemasang tower,” kata Teguh.

Karena diancam tidak bisa pulang sebelum membayar bon makan mereka, Fatahilah bersama tiga rekannta patungan untuk membayar bon makan itu.

“Saat itulah, kami sergap ke empat pelaku dan langsung kami amankan,” kata Teguh.

Menurut Teguh, belasan tim buser yang datang dengan pakaian preman menyergap ke empat pelaku dengan mudah.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Ia memastikan bahwa ke empat orang ini adalah oknum anggota ormas dimana pemerasan yang dilakukan mereka tidak diketahui pengurus ormas dimana mereka bernaung.

“Karena perbuatannya mereka kami jerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan yang ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara. Kasus ini masih kami dalami untuk memperkuat alat bukti yang ada,” kata Teguh.

Ia juga meminta warga masyarakat melaporkan ke pihaknya tanpa rasa takut, jika merasa dirugikan atau diperas oleh siapapun sekalipun mereka mengaku-ngaku sebagai anggota ormas.

“Kami imbau masyarakat untuk aktif melaporkan ke kami jika ada tindak pidana yang dilakukan oknum masyarakat lainnya,” kata Dwiyono. (fa)

Komentar

Berita lainnya