oleh

Ketika Walikota “Beraksi” Dihadapan Pendekar Silat Depok

Walikota Depok Idris Abdul Shomad saat beraksi memeragakan jurus Pencak Silat.
Walikota Depok Idris Abdul Shomad saat beraksi memperagakan jurus pencak silat.

DEPOK – Pendekar dalam budaya betawi lebih diartikan sebagai petarung dengan seni bela diri pencak silatnya, mereka juga dianggap sebagai pecinta dan penjaga seni budaya.

Pada acara Syukuran Akbar Pendekar Kota Depok dan Deklarasi Lembaga Usaha Melestarikan Seni dan Budaya Kota Depok (Lumbuk) di Halaman Balai Kota, Depok, Minggu (13/3), dimeriahkan pula dengan sejuah penampilan atraksi silat serta pengalungan sarung pendekar kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

Bahkan, Walikota Depok yang juga dikenal cukup lihai dalam pencak silat ini sempat memainkan dan memutar golok sebagai salah satu jurus dalam seni bela diri betawi pencak silat.

Usai beratraksi, Idris dan Pradi menandatangani naskah deklarasi Lumbuk sebagai pilar pengembangan seni budaya di Depok.

Menurut Idris, berkembangnya seni budaya betawi di Depok sebagai salah satu tanda bahwa Indonesia sangat kaya akan ragam seni budaya.

BACA JUGA:  Kantor Kelurahan Panmas Ditutup Hingga 11 September

“Salah satu budaya Betawi yang cukup berkembang di Depok mulai dari pencak silat, ondel-ondel, lenong dan pantun. Saya berharap seni beladiri pencak silat dan lainnya bisa lebih berkembang di Depok,” kata Idris.

Karenanya, kata Idris, sudah saatnya pemerintah kota bersama masyarakat di Depok melestarikan seni dan budaya ini.

Komentar

Berita lainnya