oleh

Dianggap Vulgar, Warga Depok Tolak Merk Susu Ini

image2
Warga Kukusan menolak kata yang digunakan oleh pedagang susu diwilayahnya, yakni Moo Nenen yang dianggap berkonotasi negatif dan berbau pornografi. (fatahilah/depokpos)

DEPOK – Warga Kelurahan Kukusan, Beji, yang diwakili pengurus RT dan RW setempat mendatangi salah satu gerai susu yang ada diwilayahnya, Kamis (10/3). Kedatangan tersebut terkait keresahan warga atas kalimat yang digunakan oleh pemilik gerai sebagai merk dagangnya karena dianggap berkonotasi negatif dan berbau pornografi.

Didampingi Forum Masyarakat Kukusan (Fokus), pengurus RT/RW tersebut menyampaikan keberatan warga Kukusan khususnya para ibu terhadap nama dan slogan yang digunakan pemilik gerai.

Kepada pengurus lingkungan yang hadir saat itu, pemilik gerai yang bernama Iksan mengatakan akan memilih pindah dari Kukusan karena berat baginya dan rekan-rekannya utk mengganti slogan dagangnya.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

“Kami sudah mengajukan ke Menkumham untuk usaha kami ini dan sudah terdaftar moo nenen sebagai merk dagang kami,” demikan Ketua Fokus Suryadi mengatakan kepada Depokpos meniru ucapan Iksan.

Namun setelah warga melakukan kroscek, ternyata masih sebatas proses pengajuan dan belum disetujui karena belum ada akte usaha yang disaksikan notaris.

Pemilik gerai tersebut juga berkilah atas keberatan warga yang mempermasalahkan nama, karena menurutnya dibeberapa daerah lain ada juga yang memakain nama yang mirip. Misalnya, menurut Iksan ada kedai dengan nama pelacur dan lainnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut dimana lokasi yang dimaksud.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Kalau soal nama itu didaerah lain dibiarin itu mungkin karena masyarakatnya yang kurang peka, tapi disini warga menolak khususnya para ibu,” kata Suryadi dengan logat Betawi yang kental.

Kepada Depok Pos para pengurus RT/RW ini mengatakan bahwa sejatinya warga kukusan tidak bermaksud mengganggu usaha ini apalagi mengusirnya namun kami hanya minta kepada pemiliknya untuk mengganti nama dan slogan yang digunakan karena dianggap tidak pantas mengingat kebanyakan pelanggannya adalah anak-anak usia sekolah.

BACA JUGA:  Manfaat Wifi Gratis untuk PJJ Mulai Dirasakan Warga Depok

Tampaknya perlu perhatian yang lebih dari para pelaku usaha untuk tidak menggunakan nama atau slogan yang mengarah ke pornografi. Pemerintah Kota juga agar lebih selektif dan cermat dalam memberikan perizinan agar tak menjadi benturan dimasyarakat. (Fatahilah)

Komentar

Berita lainnya