oleh

Uji Coba Plastik Berbayar Resmi Diterapkan di Depok

Salah satu minimarket di Sukmajaya, Depok, mulai memberi tahukan pelanggannya untuk penerapan kantong plastik berbayar. (san/depokpos)
Salah satu minimarket di Sukmajaya, Depok, mulai memberi tahukan pelanggannya sejak beberapa hari terakhir untuk penerapan kantong plastik berbayar. (san/depokpos)

Depok, (21/2) – Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, uji coba plastik berbayar resmi dijalankan di Kota Depok, Minggu (21/2).

Uji coba penerapan plastik berbayar pada usaha ritel modern diresmikan oleh Wali kota Depok Idris Abdul Shomad dan Wakil Wali kota Depok Pradi Supriatna di dua lokasi berbeda, yakni di Grand Depok City dan di Taman Lembah Gurame.

Wakil Wali kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, setiap warga Depok harus membiasakan budaya malu dalam keseharian kehidupan, yakni malu jika membuang sampah sembarangan. Jika hal ini sudah tertanam dalam diri warga Depok maka permasalahan sampah di Depok akan lebih mudah tertangani.

“Harus ada gebrakan untuk menyadarkan bahwa kita semua harus tertib membuang sampah pada tempatnya. Langkah hari ini (Minggu, 21/2) adalah awal yang baik untuk ke depannya yakni cita-cita kami agar Kota Depok dapat meraih Piala Adipura,” ujar Pradi.

BACA JUGA:  18.315 Peserta BPJS Kesehatan PBI APBN Nonaktif di Depok Bisa Ajukan Bansos

Sanksi Tindak Pidana Ringan (tipiring) yang selama ini diterapkan, kata Pradi, masih akan dan terus dilanjutkan. Bahkan, bukan tak mungkin, hukuman sanksi tersebut akan diperberat guna membuat para pembuang sampah sembarangan menjadi jera dan tidak lagi membuang sampah sembarangan lagi.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Zamrowi Hasan menuturkan, sampah plastik yang dihasilkan di Kota Depok bisa mencapai lebih dari seribu kantong plastik per hari nya.

Penerapan kantong plastik berbayar ini, kata Zamrowi, juga mendorong penggunaan tas belanja non plastik yang dapat digunakan berulang kali oleh konsumen. Hal tersebut juga membuka peluang bagi Bank Sampah untuk memproduksi tas belanja yang terbuat dari bahan daur ulang seperti plastik sabun pencuci piring, plastik detergen sabun cuci, plastik pembungkus kopi instan, dan sebagainya.

BACA JUGA:  KCD Kembali Rayakan HUT RI di Sungai Ciliwung

“Secara tak langsung ini mendorong pemberdayaan ekonomi kecil dan mendukung industri kreatif untuk berkembang. Bagaimana cara memproduksi kantong belanja non plastik yang dapat dijual kepada masyarakat,” tutur Zamrowi.

Uji coba penerapan plastik berbayar di usaha ritel modern ini berlandaskan pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.71/ MENLHK-II/ 2015 tanggal 21 Februari tentang langkah-langkah pengelolaan sampah.

Salah satu kebijakan Pemkot Depok dalam rangka pengurangan sampah plastik adalah penerapan kantong plastik berbayar di seluruh gerai ritel modern di Kota Depok. Kebijakan kantong plastik berbayar merupakan salah satu strategi untuk menekan laju timbunan sampah kantong plastik yang selama ini menjadi bahan pencemar lingkungan hidup.

BACA JUGA:  Inisiasi Pengelolaan Sampah Eletronik di SMAN 1 Depok

Harga jual kantong plastik berbayar selama penerapan uji coba adalah sebesar minimal Rp200 per kantong sesuai dengan surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/ PSLB3-PS/ 2016 perihal Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.

Setelah tiga bulan masa percobaan, selanjutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) unntuk kemudian diputuskan kebijakan selanjutnya. BLH pun melakukan sosialisasi melalui pemasangan spanduk di beberapa titik ruas jalan agar masyarakat mengetahui bahwa kantong plastik di ritel modern saat ini sudah berbayar. (san)

Komentar

Berita lainnya