oleh

Sehari Dalam Sepekan, Warga Depok Akan Dilayani Hingga Pukul 10 Malam

Walikota Depok Idris Abdul Shomad.
Walikota Depok Idris Abdul Shomad.

Depok, (22/2) – Walikota dan Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna, menyiapkan sembilan program yang akan segera diterapkan. Kesembilan program ini disebut sebagai program Friendly City.

Friendly City yang disiapkan Walikota dan Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna

Salah satu dari sembilan program yang akan segera diterapkan di Depok adalah One Day Public Service.

Tujuan dari program ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kedepannya, melalui program ini maka aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Depok hingga di kelurahan dan kecamatan akan dituntut bekerja melayani masyarakat sampai pukul 22.00, satu hari dalam seminggu.

Idris mengatakan belum menetapkan hari dilaksanakannya program ini, namun akan segera ditentukan.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Kini masih belum ditentukan harinya dan kita lihat serta kaji sedikit lagi,” kata Idris, di Balai Kota Depok, Senin (22/2/2016).

Menurut Idris, program ini dilakukan semata-mata demi meningkatkan pelayanan, khususnya kecamatan dan kelurahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. “Jadi layanan malam hari ini, akan sangat membantu warga masyarakat dan cukup dibutuhkan,” kata Idris.

Idris berharap, program atau kebijakan ini bukan sekadar formalitas dan surat edaran saja, namun bisa sampai pada tahap Peraturan Walikota (Perwal).

“Tujuannya, supaya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas lebih giat dalam melaksanakan perintah dan tugasnya,” kata Idris.

Seperti diketahui, Walikota Depok yang baru ini secara resmi menghapus program One Day No Rice (ODNR) dan One Day No Car (ODNC), Senin (22/2) usai sertijab jabatan Wali Kota Depok di Balaikota Depok,

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

Program ODNR dan ODNC ini sudah diterapkan oleh Pemkot Depok di masa kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail, sejak 2012 lalu.

Sebagai pengganti dua program dari Nur Mahmudi Ismail yangv dihapus itu, Idris bersama Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna sudah menyiapkan sembilan program yang diberi nama Friendly City. (Baca: Ini 9 Program Baru Walikota Depok Pengganti ODNC & ODNR)

“Program pokok dari ketahanan pangan, teknisnya kita lakukan berbeda. Secara acak berbeda dari sebelumnya karena tidak efektif,” kata Idris dalam acara Sertijab Walikota dan Wakil Walikota Depok di Balai Kota
Depok, Senin (22/2/2016).

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

Menurutnya program pokok dari ketahanan pangan akan terus ditingkatkan. “Kami akan membuka lahan baru untuk petani dan mengimbau seluruh elemen agar mengonsumsi hasil bumi,” kata Idris.

Selain itu kata dia, Pemkot Depok akan terus meminta pemilik lahan untuk tetap melanjutkan program pertanian.

Sedangkan untuk mengurai kemacetan dan polusi udara, menurut Idris, pihaknya akan mengevaluasi lahan parkir serta menambah tempat parkir di Kota Depok.

“Juga memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tujuan agar menghasilkan oksigen dan menyerap polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan. Mudah-mudahan sinergitas semua pihak dapat mewujudkan Depok bersih dan Hijau,” katanya. (fa)

Komentar

Berita lainnya