oleh

Ridwan Kamil Lakukan Peresmian Kantong Plastik Berbayar

Ridwan Kamil bersama istri uji coba pemberlakuan kantong plastik di salah satu Toko Swalayan, Jl. H. Juanda, Bandung, Minggu (21/2). (Dud)
Ridwan Kamil bersama istri uji coba pemberlakuan kantong plastik di salah satu Toko Swalayan, Jl. H. Juanda, Bandung, Minggu (21/2). (Dud)

Bandung, (22/2) — Peresmian pemberlakuan  kantong plastik berbayar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  di pasar swalayan,  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan uji coba program plastik berbayar di salah satu toko swalayan, jalan Ir. H. Djuanda, Bandung bersama istri, Minggu (21/2).

Pemberlakuan tersebut dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggunakan video confrence dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI), Siti Nurbaya. Peresmian pemberlakuan kantong plastik tidak gratis dilakukan serentak se-Indonesia.

Ridwan Kamil mengatakan Kota Bandung sudah memiliki Perda terkait mengurangi penggunaan plastik, yakni Perda no 17 tahun 2012.

“Saya menyambut baik program nasional plastik berbayar ini, karena Bandung ini satu-satunya kota yang memiliki Perda pengurangan plastik, Perda nomor 17 tahun 2012,” ujarnya.

Menurutnya, dengan Perda ini Bandung sudah satu langkah lebih maju, pemkot Bandung akan terus mengakkan peraturan tersebut.

Selain itu, edukasi terhadap masyarakat akan sering dilakukan melalui program program edukasi.

“Masyarakat yang keren itu tidak bawa kantong plastik tapi membawa kantong belanja sendiri tapi kalau kepepet nanti bisa beli dengan nilai nilai yang nanti kita terapkan,” jelas Ridwan.

Pemberlakuan nilai kantong plastik sendiri beragam mulai dari 200 rupiah, uji coba tersebut akan dilakukan hingga Juni.

Ridwan berharap hal itu menjadi gaya baru, menurutnya biaya produksi kantong plastik untuk satu merek saja bisa mencapai 100 milyar pertahun.

“Satu merek saja, biayanya 100 milyar pertahun, kalikan beberapa merek, kalau itu diubah untuk dana sosial, CSR untuk masyarakat kan itu bisa lebih baik daripada memanjakan konsumen dengan kantong plastik,” ungkapnya. (Dudy)

Komentar

Berita lainnya