oleh

Razia Miras, Warung Miras Milik Istri Perwira Polisi Ikut Digerebek

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Depok, (17/2) – Aparat Polresta Depok melalui Satuan Resnarkoba Polresta Depok kembali melakukan razia minuman keras (miras) ilegal di sejumlah warung dan toko yang ada di wilayah Cimanggis dan Beji, Kota Depok, Selasa (16/2) malam hingga Rabu (17/2) dinihari.

Hasilnya dari lima toko dan warung, didapati 185 kantong miras oplosan jenis ciu serta 150 botol minuman keras ilegal berbagai merek.

Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono menuturkan, dari lima warung atau toko yang dirazia pihaknya itu, salah satunya adalah rumah distributor miras di Jalan Radar, Cimanggis, Depok, milik H, istri perwira polisi.

BACA JUGA:  Pelanggar Protokol Kesehatan Masih Tinggi, Pemkot Depok Tingkatkan Pengawasan

Rumah yang dijadikan penyimpanan miras berbagai merek itu sudah berkali-kali dirazia aparat. Terakhir kali, adalah akhir Januari 2016 lalu tepatnya Kamis 21 Januari 2016, dimana ribuan botol miras disita aparat dari tempat itu.

Kini di sana petugas kembali mendapati ratusan botol miras ilegal berbagai merek di sana.

“Yang bersangkutan sudah berkali-kali kami amankan dan peringatkan, tetapi tetap kembali menjual miras,” kata Dwiyono.

Menurutnya sanksi yang tidak berat yakni hanya tindak pindana ringan sesuai Perda Kota Depok, menjadi alasan utama banyaknya penjual miras dan distributor tidak jera dan kembali berjualan sekalipun sudah dirazia.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Untuk itu kata Dwiyono pihaknya akan melakukan razia miras rutin di saat yang terduga, karena kemungkinan penjual kembali berjualan miras cukup terbuka.

Ia mengatakan selain mendata H, istri perwira polisi, pihaknya juga mengamankan 4 pengelola warung lain yang kedapatan menjual miras. “Mereka juga kami peringatkan agar tidak kembali menjual miras. Kami harapkan untuk mereka ini ada efek jera yang dirasakan,” kata Dwiyono.

Menurutnya jika terus menerus dirazia, maka pedagang miras akan merugi sehingga diharapkan tidak mau lagi menjual miras.

“Untuk 185 plastik miras jenis ciu ukuran satu liter, biasa mereka gunakan untuk campuran miras oplosan. Ini cukup berbahaya,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Sementara itu Kasat Resnarkoba Polresta Depok Komisaris Vivick Tjangkung menambahkan selain miras ciu, 150 botol miras ilegal berbagai merek yang disita pihaknya memiliki kadar alkohol cukup tinggi.

Menurutnya para pedagang yang kedapatan menjual miras ini, setelah didata akan dikenakan tindak pidana ringan sesuai Perda Kota Depok Nomor 12 Tahun 2015 tentang pengendalian minuman berakohol. Mereka terancam dikenai sanksi denda mulai Rp 500.000.

“Sementara semua miras yang mereka punya tetap kita sita untuk kita musnahkan,” katanya.

Komentar

Berita lainnya