oleh

Polisi Ungkap Sindikat Uang Palsu

(Istimewa)
(Istimewa)

Jawa Barat – Kepolisian Resor Tasikmalaya mengungkap sindikat pembuat dan pengedar uang palsu dengan barang bukti 606 lembar pecahan Rp50 ribu di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Para tersangka pembuat dan pengedarnya kami tangkap di tempat dan waktu yang berbeda,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pandu Winata kepada wartawan, Jumat.

Ia menuturkan terungkapnya sindikat uang palsu itu berawal dari laporan pedagang daging ayam yang menerima uang palsu dari pembeli di Pasar Singaparna, Selasa (9/2).

BACA JUGA:  Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Ditutup

Penjual ayam, kata dia, curiga uang yang diterimanya dari pembeli palsu setelah terkena air, kemudian lapor ke pos polisi sekitar pasar tersebut.

“Dari laporan itu menangkap pelaku inisial MM yang membelanjakan uang ke pedagang daging, lalu kita dalami,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari tersangka MM, kata Pandu, polisi berhasil menangkap enam tersangka lainnya yakni pencetak dan pembuat uang palsu ditangkap di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi dan tersangka lainnya sebagai pengedar ditangkap di Purwakarta.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Proses pembuatannya, lanjut Pandu, hanya dilakukan oleh satu orang menggunakan alat printer khusus yang sudah dimodifikasi berikut tintanya hasil olahan pelaku.

“Upal (uang palsu) ini sangat susah dibedakan dengan uang asli, jika hanya dengan cara diraba, dilihat dan diterawang, bahkan sinar ultraviolet juga tidak bisa membedakan, bedanya tidak tahan terhadap air,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Menurut dia, uang palsu itu beredar di wilayah Priangan Timur, bahkan diduga peredarannya sudah mencapai Cilacap, Jawa Tengah.

Polisi, lanjut dia, akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui ada pelaku lainnya atau tidak, berikut dimana saja peredarannya.

Akibat perbuatannya itu tersangka yang berhasil ditangkap dijerat Pasal 245 KUHPidana dan Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Antara)

Komentar

Berita lainnya