oleh

Pemkot Depok Hapus Program ODNC dan ODNR

Walikota dan Wakil Walikota Depok bersama istri pada saat acara serah terima jabatan, Senin (22/2)
Walikota dan Wakil Walikota Depok bersama istri pada saat acara serah terima jabatan, Senin (22/2).

Depok, (22/2) – Program One Day No Car (ODNC) dan One Day No Rice (ODNR) yang selama ini dicanangkan di Kota Depok akan resmi dihapus mulai besok, Selasa (23/2). Hal tersebut ditegaskan Walikota Depok Idris Abdul Shomad sesaat usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota Depok dari Penjabat Walikota kepada Walikota dan Wakil Walikota Definitif Masa Jabatan 2016-2021 di Aula lantai 1 Balaikota Depok, Senin (22/02/16).

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Mulai besok, Selasa (23/2), program ONDR dan ODNC tidak berlaku lagi,” tegas Idris dalam sambutannya.

Sebelumnya Idris mengaku telah melakukan beberapa tahapan evaluasi kepada Dinas, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat terkait keefektifan program tersebut jika diterapkan setiap hari selasa. Hasilnya adalah sebagian besar produktifitas dari kinerja mereka menurun, begitu juga keengganan masyarakat untuk mendatangi kantor-kantor pelayanan pada hari tersebut.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Bukannya saya tidak Pro terhadap kebijakan tersebut, namun kami memiliki program pokok lainnya yang lebih efektif terhadap ketahanan pangan. Contohnya bagaimana memfasilitasi hasil pertanian untuk kita bisa lakukan semacam keberagaman pangan, ini dari sisi produksi. Untuk sisi konsumsi tentunya kami akan mengimbau Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan studi kasus dari segi kebugaran jasmani,” ungkap Walikota Depok.

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

Idris juga menambahkan, bagi Camat dan Lurah yang harus bepergian dari satu kecamatan ke kecamatan lain untuk tugas dinas yang jaraknya jauh, maka pelayanan akan menumpuk dikemudian hari.

“Untuk mobile ASN akan sulit. Bayangkan saja, dari Tapos ke Bojongsari harus menggunakan motor dengan usia camat yang sudah renta. Ini akan menambah penumpukan pelayanan di hari berikutnya,” pungkasnya. (san)

Komentar

Berita lainnya