oleh

Kemenkop UKM Temukan Pelanggaran Pada Koperasi di Limo

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Depok, (10/2) – Kementerian Koperasi dan UKM menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Koperasi Pandawa Mandiri, Kecamatan Limo, Kota Depok berupa penetapan bunga tabungan dan pinjaman yang melewati batas yang ditentukan pemerintah.

Deputi Pengawasan Kementerian Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan penerapan suku bunga yang rendah dibebankan pada non anggota ketimbang anggota.

Suku bunga tabungan dan modal penyertaan untuk non anggota mencapai 2% per bulan. Sementara, untuk anggota hanya 1,2%. Begitupula untuk suku bunga pinjaman, buat non anggota 12,5% per tiga bulan sedangkan untuk anggota 15%.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

Selain itu, koperasi juga memberikan iming-iming tingkat bunga investasi yang tidak wajar, yakni sebesar 10% sampai 15% per bulan yang disampaikan dalam situs blog. Dia menambahkan, koperasi juga tidak bisa menunjukkan buku daftar anggota, anggaran dasar, dan notulen rapat anggota yang menetapkan suku bunga tabungan dan pinjaman.

“Koperasi juga lebih banyak melayani non anggota daripada anggota. Jumlah anggota resmi sebanyak 231 orang, sedangkan non anggota lebih dari 1.000 orang,” ujar Meliadi dalam keterangan resminya, Rabu (10/2/2016).

BACA JUGA:  Kolaborasi Telkomsel, Bank Mandiri, dan LinkAja Hadirkan Kemudahan Kredit Usaha bagi UMKM

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah telah mengirimkan surat kepada pihak koperasi untuk melakukan klarifikasi atau perbaikan. Dia meminta agar koperasi dapat membuat kebijakan suku bunga yang lebih memihak anggota. Ditambah, menyerahkan kelengkapan administrasi seperti buku daftar anggota, anggaran dasar, dan notulen rapat anggota.

“Nasabah non anggota juga kami minta untuk menjadi anggota sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan meminta koperasi memberikan klarifikasi secara tertulis mengenai informasi yang tercantum dalam situs blog,” tuturnya.

Komentar

Berita lainnya