oleh

Ini Anak Muda Depok Yang Masuk Nominasi Kick Andy Heroes, Ayo Dukung!

Depok, (21/2) – Andi Malewa, sebagian kita mungkin belum terlalu familiar dengan nama ini, tapi tidak dengan penggiat seni dan budaya di Kota Depok. Nama Andi Malewa sudah sangat dikenal sebagai salah satu pendiri Institut Musik Jalanan (IMJ), sebuah wadah yang menaungi dan membina musisi jalanan di Kota Depok dan sekitarnya.

Tak tanggung-tanggung, sejauh ini sudah dua album kompilasi yang luncurkan yaitu album perdana Institut Musik Jalanan bertajuk #KalahkanHariIni dan album kedua yang bertajuk Cerah.

Album Kalahkan Hari Ini berhasil terjual sebanyak 2000 keping ke seluruh Indonesia hingga ke mancanegara hanya dengan mengandalkan kekuatan sosial media sebagai senjata utama dan melalui metode direct selling, yaitu menjual CD tersebut secara langsung pada saat mengamen dan campaign di spot-spot keramaian di wilayah Jabodetabek.

12417978_459919477551757_3054250837999056147_n.jpg
Album kedua Institut Musik Jalanan bertajuk CERAH

Tahun ini, 14 Februari 2016, Institut Musik Jalanan kembali merilis album kompilasinya yang ke 2 berisi 9 materi lagu dari 7 orang musisi jalanan terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Padang, Sleman, Purwokerto, Depok dan Jakarta. Proses pembuatan album yang memakan waktu hingga 1 tahun ini di edarkan dalam bentuk kepingan CD dan juga bisa di download melalui iTunes. Album ini diberi nama Cerah.

BACA JUGA:  Warisan Diplomasi dan Toleransi Beragama Dinasti Ottoman

Kiprah inilah yang membawanya masuk sebagai salah seorang nominator Kick Andy Heroes, sebuah ajang penghargaan kepada orang-orang yang dianggap telah melahirkan karya inspiratif bagi orang banyak.

Nominasi yang dipilih merupakan nara sumber pada acara Kick Andy Show yang ditayangkan di MetroTV dengan kriteria yang salah satunya adalah telah berkarya minimal tiga tahun dan merupakan pengabdian dan memberi manfaat positif pada lingkungan atau kelompok masyarakat.

Untuk turut serta mendukung anak muda asal Depok ini, anda bisa memberikan vote di situs kickandy.com pada link http://kickandy.com/heroes/profile/heroes/andi-malewa

Sekilas tentang Institut Musik Jalanan.

Institut Musik Jalanan didirikan oleh tiga orang yang berjuang dengan gigih dibidangnya masing-masing. Andi Malewa, pendiri rumah baca terminal Depok, Iksan Skuter, seorang musisi dan music director yang telah malang melintang dalam industri musik baik major maupun indie dan Frysto Gurning, dengan latar belakang sebagai seorang entrerpreneur. Persahabatan yang terjalin diantara ke tiga founder inilah yang melahirkan IMJ.

Andi Malewa
Andi Malewa

Berawal dari perbincangan ringan disebuah warung kopi pada pertengahan tahun 2013, Andi, Iksan dan Frysto kemudian merumuskan ide pembentukan Institut Musik Jalanan.

Tepat di akhir tahun 2013, Andi Malewa, Iksan Skuter dan Frysto Gurning mematangkan ide-ide pembentukan IMJ. Januari 2014, atas kesepakatan ketiga pendiri IMJ inilah Gedung IMJ yang di rancang sepenuhnya oleh Burhan Malewa ( ayah dari Andi Malewa ) kemudian terealisasi.

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

Berangkat Dari Kekecewaan Terhadap Perda Perda No 16 tahun 2012

Institut Musik Jalanan terlahir dari kekecewaan Andi Malewa — pendiri IMJ — terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang telah menerbitkan Perda No 16 tahun 2012 tentang larangan mengemis dan mengamen di jalanan.

Andi menilai Perda tersebut sebagai bentuk kebuntuan pemerintah. Menelurkan Perda namun tidak memberikan solusi bagi masyarakat. “Jelas, Perda ini tidak adil. Kami tidak setuju dengan larangan berekspresi. Selama ini kawan-kawan kami terpaksa mengamen di jalanan, karena mereka tidak mendapat panggung di sejumlah program musik di stasiun televise swasta, seperti Dahsyat, Inbox, bahkan di mall-mall,” kata Andi.

Andi merasa keberatan jika musisi jalanan dianggap mengganggu ketertiban umum. Ia juga tidak rela jika Pemkot Depok men-generalisir semua orang jalanan itu mengganggu ketertiban umum.

“Padahal yang kerap merusak nama baik musisi jalanan adalah preman yang berkedok musisi jalanan.Pengamen ya pengamen, preman ya preman. Harus dipisahkan.Tidak dipungkiri banyak artis ternama yang terlahir dari jalanan, salah satunya adalah Iwan Fals,” ungkap Andi kepada depokpos beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

Ketika Perda itu diberlakukan, Andi menyaksikan kawan-kawannya sesama musisi jalanan di tangkap Satpol PP setiap harinya, dengan dalih mengganggu ketertiban. “Akibat Perda itu, capek juga gue setiap hari harus keluarin temen-temen yang ditangkepin Satpol PP.”

Dalam suatu kesempatan, Andi pernah beraudiensi dengan pihak terkait Pemerintah Kota untuk membahas tentang aspirasi musisi jalanan untuk memiliki wadahnya berekspresi. Pemkot beralasan, pemerintah tidak punya anggaran untuk membangun sebuah gedung kesenian.

Melihat kondisi seperti itu, Andi ingin membuktikan kepada Pemkot, bahwa ia akan mendirikan sebuah wadah bagi musisi jalanan untuk menyalurkan bakatnya dalam berkesenian. “Bibit kriminal itu lahir setiap hari. Jika tempat mereka mencari makan dihambat, jangan salahkan mereka di kemudian hari untuk bertindak kriminal.”

Kebuntuan pemerintah itulah yang mendorong Andi dan teman-teman seperjuangannya mengumpulkan uang lalu membangun IMJ sebagai wadah musisi jalanan untuk berekspresi dan berkarya.

“Saya tidak ingin musisi jalanan dipandang sebelah mata. Karena itu saya mengajak kawan-kawan musisi jalanan untuk menkongkritkan karyanya ke dalam cd album. Karya mereka bisa lebih bagus dibanding musisi profesional yang punya uang dan masuk label,” pungkasnya. (san/des)

Komentar

Berita lainnya