oleh

PLN Depok Ancam Putus Sambungan 13 Ribu Pelanggan

Ilustrasi anak belajar tanpa penerangan memadai.
Ilustrasi anak belajar tanpa penerangan memadai.

Depok, (25/1) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Depok mengambil langkah drastis dengan mengeluarkan ancaman serius terhadap pelanggan listrik yang menunggak pembayaran di Kota Depok.

Pihak PLN mengeluarkan ultimatum dengan memberi batas waktu satu minggu bagi para pelanggan yang menunggak untuk melunasi tagihan mereka. Jika tidak, pemutusan sambungan akan dilakukan.

Ancaman PLN ini jika benar-benar dilakukan maka akan berdampak cukup serius. Pasalnya, itu berarti 13 ribu rumah akan kehilangan penerangan dan pasokan listrik dirumah mereka.

“Ya kami tidak main-main, kalau tidak dibayar dalam satu minggu ke depan dengan keterpaksaan kami akan segera melakukan pencabutan listrik ke mereka. Pelanggan yang menunggak itu ada di lima rayon di dua daerah ini,” kata Humas PLN area Kota Depok, Setyo Budiono dikutip indopos, Minggu (24/1).

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Setyo mengklaim bahwa pihaknya sudah mengirim surat peringatan kepada 13 ribu pelanggan yang menunggak tersebut. Pemerintah kabupaten dan kota pun sudah diminta melakukan sosialisasi terkait pelunasan tagihan listrik.

Lebih lanjut dikatakannya, tunggakan di dominasi pelanggan dengan sambungan listrik untuk keperluan rumah tangga.

”Tunggakan terbanyak ada di rayon Depok Kota, karena jumlah pelanggan PLN disitu memang banyak,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Dilain pihak, Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail yang ditemui saat pembukaan UPS terpadu menyatakan, telah mengedukasi dan mensosialisasikan pembayaran tunggakan listrik kepada masyarakat. Namun, begitu pihaknya tidak yakin hal itu berdampak pada inisiatif pelanggan untuk membayar. Sebab, kata dia, untuk menumbuhkan kesadaran membayar tunggakan itu sangat kecil sekali.

“Pasti sangat kecil warga dapat sadar akan membayar kewajiban mereka, karena memang ini sudah jadi tradisi. Tetapi kami sudah berusaha membantu PLN dengan sosialisasi. Jika pun nanti dicabut aliran listriknya itu sudah resiko bagi mereka yang tidak membayar utang tagihan rekening listrik yang sudah digunakan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

Nur Mahmudi menambahkan, pihaknya juga telah meminta PLN melakukan sidak kepada pelanggan yang ada saat ini dalam memonitoring aksi pencurian listrik. Hal itu untuk mengurangi beban pembayaran yang selama ini dinanti oleh BUMN tersebut. Dan itu pula dipercaya dapat mengurangi angka tunggakan pembayaran listrik. (san)

Komentar

Berita lainnya