oleh

KPU Depok Salah Cetak Nama, Pradi Legowo

brosur idris pradi

Depok Pos (10/10) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan kesalahan fatal pada proses pencetakan brosur alat peraga kampanye sebanyak 80.000 lembar yang sedianya diperuntukkan bagi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2 Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna.

Nama calon Wakil Walikota yang seharusnya Pradi justru tertulis Priadi. Akibatnya, sebanyak 80.000 lembar brosur tersebut tidak dapat digunakan oleh paslon Idris-Pradi untuk alat kampanye mereka.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Jelas kami kecewa dengan kinerja KPU Depok seperti ini. Karenanya brosur itu tidak bisa kami gunakan dan ini sangat merugikan kami,” kata calon Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna kepada wartawan.

Meski begitu, Pradi mengaku bisa memahami dan mengatakan pihaknya tak  akan menuntut banyak atas keteledoran tersebut.

“Sebab ini terkait anggaran. Saya memahaminya. Kalau anggarannya sudah habis dan tidak ada bagaimana? Jadi kami berupaya melihat ini secara lebih bijak saja,” kata Pradi.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Pradi hanya berharap kesalahan serupa tidak lagi terulang dan meminta kepada KPU Depok agar lebih teliti dan profesional dalam  tugasnya.

Meski para relawannya sudah ia instruksikan untuk  tidak menyebarkan brosur yang salah cetak  tersebut, ia juga menegaskan bahwa hal tersebut tak  akan dijadikan alasan adanya keberpihakan penyelengggara Pilkada kepada salah satu paslon.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Kami tidak mau berpikir buruk kepada siapapun,” pungkas Pradi.

Komentar

Berita lainnya