oleh

Chairil Gibran Ramadhan: Warga Depok “Sastrawan Muda Betawi” Di Kancah Nasional

Bermula dari Wartawan

iwangGibran, alumnus IISIP Jakarta, Jurusan Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi (Lenteng Agung) ini pernah menjadi wartawan dan Redaktur Musik sebuah majalah ternama di Jakarta. Ia juga pernah merintis karir menulis cerpen remaja dan sastra sejak 1997, dan tidak pernah bergabung di komunitas sastra manapun.

Banyak tulisannya, khususnya cerpen sastra, yang tersebar di sejumlah media massa, seperti Majalah Horison, Jurnal Sastra, Suara Pembaruan, Kompas, Media Indonesia, Republika, The Jakarta Post, Koran Tempo, Seputar Indonesia, Sinar Harapan, Jurnal Nasional, Riau Pos, Lisa, Nova, Kartini, Femina, Swara Cantika, Annida, Jurnal Perempuan, dan lainnya.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Cerpenya juga tampil dalam antologi tunggal “Perempuan di Kamar Sebelah: Indonesia, Woman, and Violence” (Gramedia, 2012), serta antologi bersama The Lontar Foundation untuk pasar internasional: “Menagerie 5” (ed. Laora Arkeman, 2003) dan “I Am Woman” (ed. John H. McGlynn, 2011).

iwang 5Buku yang memuat cerpennya dalam nuansa Betawi: Sebelas Colen di Malam Lebaran: Setangkle Cerita Betawi (Masup Jakarta, 2008, antologi tunggal), serta antologi bersama: Ujung Laut Pulau Marwah (Temu Sastrawan Indonesia III, Tanjungpinang, 2010), Si Murai dan Orang Gila (DKJ & KPG, 2010), Kembang Goyang: Orang Betawi Menulis Kampungnya ~ Sketsa, Puisi & Prosa ~ 1900-2000 (Firman Muntaco dkk, ed. Laora Arkeman, Padasan, 2011), Ibu Kota Keberaksaraan (The 2nd Jakarta International Literary Festival, 2011), Antologi Sastra Nusantara (MPU VII, Yogyakarta, 2012), Di Seberang Perbatasan: Kumpulan Cerpen Pilihan Riau Pos 2012 (Riau Pos, 2012), dan Embun Pecah di Taman Kota (MPU IX, Jakarta, 2014, Terbaik I).

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

Selain itu, Gibran juga memberi endorsement untuk novel semi-sejarah “Ini Bukan Perangku” (Dainar Wahid, Bacalah!, 2003), kumpulan cerpen “13 Perempuan” (Yonathan Rahardjo, 2011), dan buku puisi “Langit Pilihan” (Eka Budianta, KosaKataKita, 2012), serta memberi pengantar atau penutup pada sebagian besar buku Penerbit Padasan.

Selanjutnya..>> Sastrawan Betawi Muda

Komentar

Berita lainnya