oleh

Pabrik Tahu Berformalin Di Gerebek BPOM di Depok

Tahu Formalin

DEPOKPOS – Sebuah pabrik tahu yang menggunakan formalin berlokasi di Jalan Kp. Sawah, Rt 3 Rw 1 Desa Ragajaya, Bojonggede perbatasan Cipayung Depok, di gerebek Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Rabu 22 April 2015.

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan, Hendri siswadi, yang memimpin operasi tersebut mengungkapkan, pihaknya sudah mengintai pabrik tahu Andriana Tia Mandiri tersebut, selama dua minggu terakhir.

BACA JUGA:  Pilkada Depok 2020: Pradi-Afifah Nomor Urut 1, Idris-Imam Nomor Urut 2

“Bersama Mabes Polri kita melakukan investigasi mulai dari menyusuri pasar tradisional di kawasan Depok. Dari hasil penelusuran diketahui tahu ini menggunakan bahan pengawet berbahaya yakni formalin,” kata Hendri di lokasi penggrebekan.

Pabrik yang memperkerjakan lebih dari 30 orang buruh dan telah beroperasi selama lebih dari dua taun itu mampu meraup omset lebih dari Rp10 juta dalam satu hari. Tahu berbahaya ini, didistribusikan hampir di seluruh pasar tradisional di kawasan Depok dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Tahu yang dihasilkan 18 kuwintal perhari. Selama ini pabrik tertutup. Kita investigasi bersama Mabes Polri. Pabrik ini sudah berjalan selama 2 tahun lebih, penjualannya seluruh Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok. Campuran formalinnya cukup besar dan sangat berbahaya,” kata Hendri.

Sunaryo, pria yang mengaku sebagai pengelola pabrik tahu ini tak menampik jika tahu yang ia produksi mengandung bahan pengawet.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Saya enggak nyari bahannya, ada orang yang datang nawarin obat itu. Katanya enggak berbahaya,” kilahnya pada petugas.

Terkait temuan ini, pihak BPOM mengancam akan menyegel pabrik dengan luas lahan lebih dari 1 hektare tersebut. (mi/depokpos)

Komentar

Berita lainnya