DEPOKPOS http://www.depokpos.com Berita Depok - Medianya Orang Depok Mon, 19 Nov 2018 11:53:53 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.8 Layanan Gawat Darurat 119, Respon Cepat Dinkes Depok Atasi Gangguan Kesehatan Masyarakat http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/layanan-gawat-darurat-119-respon-cepat-dinkes-depok-atasi-gangguan-kesehatan-masyarakat/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/layanan-gawat-darurat-119-respon-cepat-dinkes-depok-atasi-gangguan-kesehatan-masyarakat/#respond Mon, 19 Nov 2018 11:49:42 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20108 DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah resmi menerapkan layanan Sistem Penanggulangan Layanan Gawat Darurat (SPGDT) di nomor call center bebas pulsa 119. Lewat nomor darurat ini, petugas Dinkes langsung merespons cepat segala gangguan kesehatan masyarakat baik melalui telepon maupun datang langsung ke lokasi.

“Petugas kami akan segera memberikan pendampingan melalui layanan telepon atau bisa datang langsung jika dalam keadaan darurat,” tutur Sekretaris Dinkes Kota Depok Ernawati, Senin (19/11).

Menurutnya, dalam SPGDT 119 terdapat sejumlah pelayan kesehatan yang siaga 24 melayani masyarakat. Diantaranya tenaga kesehatan, dokter, bidan, serta mobil ambulans.

“Ada tim kesehatan yang standby jika masyarakat membutuhkan. Bila dibutuhkan rujukan juga kami menyediakan ambulans,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, dengan layanan tersebut diharapkan masyarakat dapat terbantu dan lebih mudah dalam mengatasi gangguan kesehatan. Selain itu juga dalam hal rujukan, karena selain ada ambulans, layanan tersebut telah terintegrasi dengan puskesmas dan rumah sakit setempat. (Diskominfo)

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/layanan-gawat-darurat-119-respon-cepat-dinkes-depok-atasi-gangguan-kesehatan-masyarakat/feed/ 0
LDK Al-Birru Lakukan Penggalangan Dana untuk Palestina di CFD http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/ldk-al-birru-lakukan-penggalangan-dana-untuk-palestina-di-cfd/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/ldk-al-birru-lakukan-penggalangan-dana-untuk-palestina-di-cfd/#respond Mon, 19 Nov 2018 09:57:11 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20105 JAKARTA – Dalam rangka penggalangan dana untuk Palestina yang di adakan oleh Panitia Syahru Intifadhah 11 LDK AL-BIRRU SEBI, sejumlah mahasiswa STEI SEBI melakukan penggalangan dana untuk Palestina, Minggu 18 November 2018.

Acara ini di laksanakan di Car Free Day Jakarta, kegiatan yang di lakukan yaitu dengan longmarch di sepanjang jalan, kemudian ada puisi dan orasi untuk menarik perhatian massa.

Jumlah donasi yang di dapatkan sekitar 2,7 juta, atas usaha dan kerjasama panitia yang berjumlahkan 31 orang ini tidak sia-sia.

Berkaitan dengan hal tersebut, ketika bertanya bagaimana perasaan mereka yang telah ikut berkontribusi dalam penggalangan dana untuk Palestina ini, mereka sependapat bahwa mereka senang, dan ini merupakan salah satu perjuangan untuk Palestina.

Acara penggalangan donasi untuk Palestina berakhir tepat pukul 11.00 WIB.

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/ldk-al-birru-lakukan-penggalangan-dana-untuk-palestina-di-cfd/feed/ 0
Mimpi Petani Korban Umroh Bodong, Akhirnya ke Tanah Suci http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/mimpi-petani-korban-umroh-bodong-akhirnya-ke-tanah-suci/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/mimpi-petani-korban-umroh-bodong-akhirnya-ke-tanah-suci/#respond Mon, 19 Nov 2018 09:48:27 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20102 JAKARTA – Menggapai tanah suci merupakan impian seluruh umat islam. Dengan banyak korban yang teritipu dengan travel umroh bodong, Dompet Dhuafa yang mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa melalui sistem yang berkeadilan. Dengan memadukan pendekatan filantropi, edukasi dan advokasi serta kebijakan telah mewujudkan ibu panikem Petani berusia 65 tahun asal Sragen, Jawa Tengah tersebut akhirnya berangkat umroh. Setelah sempat menjadi korban travel umroh bodong. (Minggu sore, 18/11)

“ Alhamdulillah ini merupakan impian saya untuk bisa ketanah suci. Saya sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa. Cita – cita saya untuk bisa ke tanah suci terwujud. Terimakasih banyak saya sudah dibantu.” Ucap Ibu Panikem seorang petani dari sragen.

Sejak tahun 2015 Panikem telah mendaftarkan diri untuk berangkat umroh. Dengan menyisihkan uang bertahun – tahun dari hasil bertani untuk bisa menggapai ke tanah suci. Bukan hanya ibu panikem saja, Diperkirakan masih ada lagi jamaah lainnya dengan nasib serupa, tapi enggan mengadu atau melapor. Sebagian dari mereka adalah kaum dhuafa yang berusaha untuk menunaikan ibadah umroh dengan menabung selama puluhan tahun bahkan mengharuskan mereka menjual asetnya.

Dompet Dhuafa sangat memberikan perhatian dengan kasus tavel umroh bodong. Kemitraan ini sebagai bentuk kepedulian Dompet Dhuafa kepada nasib jamaah yang gagal berangkat. Kegagalan umroh yang jamaah alami, berdampak pada kondisi psikologis, ekonomi dan kesehatan para korban.Berangkat dari kondisi calon jamaah tersebut, Dompet Dhuafa bergabung dengan kemitraan yang terdiri dari YLKI, Filantropi Indonesia, Forum Zakat (FOZ) dan Rumah Zakat yang bernama kemitraan untuk Filantropi dan Advokasi bagi Konsumen Korban Travel Umroh.

Dengan mewujudkan impian Panikem yang tinggal di bilangan Guworejo, Sragen, Dompet Dhuafa memberikan layanan terbaik yang meliputi pengurusan administrasi yang rapi dan sesuai prosedur yang terkait. Dompet Dhuafa sendiri ikut andil dalam program tersebut dengan membuat kampanye terbuka lewat kanal donasi online bawaberkah.org. Selain lewat kanal donasi online, strategi penggalangan dana lewat direct fundraising juga dilakukan dengan menyasar dukungan dari perusahaan, komunitas, dan atau asosiasi jamaah haji atau umroh.

.

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/mimpi-petani-korban-umroh-bodong-akhirnya-ke-tanah-suci/feed/ 0
Momen Spesial Bagi Wisudawan Terbaik STEI SEBI http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/momen-spesial-bagi-wisudawan-terbaik-stei-sebi/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/momen-spesial-bagi-wisudawan-terbaik-stei-sebi/#respond Mon, 19 Nov 2018 09:37:41 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20099 DEPOK – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI dalam wisuda ke-13 hari ini (1711) memberikan momen spesial bagi seluruh wisudawan-wisudawati, orang tua wali, dosen dan tamu undangan, serta khususnya bagi mereka yang terkategori wisudawan terbaik. Yang menjadi wisudawati terbaik dari Manajemen Perbankan Syariah adalah Nurul Azmiatul Umamah dengan IPK 3,81, kemudian Konsentrasi Bisnis Syariah adalah Asri Nur Lestari dengan IPK 3,61 dan Akuntansi Syariah adalah Imam Soffan dengan IPK 3,80.

“Momen ini merupakan suatu kebanggaan bagi diri saya sendiri khususnya, karena memberikan yang terbaik untuk orang tua saya, forum angakatan 2014, para dosen dan kampus. Saya merasa wisuda ini semakin spesial dengan bersamaannya milad SEBI yang ke-20 tahun,” ungkap Imam Soffan saat diwawancarai.

Selanjutnya momen tangis bahagia terus berlangsung sampai acara wisuda selesai dan potret bahagia dengan kerabat serta para pengunjung kian memadati kampus STEI SEBI.

“Harapan kedepannya kita semua bisa mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan di STEI SEBI ini, kampus ekonomi islam yang para dosennya cerdas dan friendly terhadap para mahasiswanya, khususnya membumingkan ekonomi islam itu sendiri,” lanjut Imam Soffan.

Kemudian pesan dari beliau kepada adik-adik yang masih duduk di bangku kuliah adalah tidak pernah berhenti untuk belajar, meniatkannya hanya karena Allah semata maka insya Allah akan selalu semangat dan dipermudah segalanya. (hna)

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/momen-spesial-bagi-wisudawan-terbaik-stei-sebi/feed/ 0
Wisudawan STEI SEBI XIII Siap Perjuangkan Ekonomi Islam http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/wisudawan-stei-sebi-xiii-siap-perjuangkan-ekonomi-islam/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/wisudawan-stei-sebi-xiii-siap-perjuangkan-ekonomi-islam/#respond Mon, 19 Nov 2018 09:30:44 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20096 Depok – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI selenggarakan acara wisuda ke-13 pada Sabtu (17/11). Tangis bahagia memecah seketika saat dibacakannya beberapa penampilan dari perwakilan wisudawan-wisudawati. Terlebih momen wisuda ini bersamaan dengan milad STEI SEBI ke-20, maka baik para dosen maupun para peserta wisuda, semuanya merasakan kebahagiaan yang mendalam.

Pada wisuda kelulusan tahun akademik 2018/2019 ini tercatat seluruh peserta wisuda STEI SEBI berjumlah 197 wisudawan/wati, 23 di antaranya adalah wisudawan/wati yang mencapai predikat cumlaude dan 70% tercatat telah bekerja sebelum wisuda.

“Apapun pencapaian kita di dunia yang fana ini, tidak lain yang paling bahagia adalah menjadi pribadi yang shalih. Maka harapan besar dari kami agar kita menjadi pribadi islam yang utuh dan menyeluruh,“ ungkap Sigit Pramono, Ph. D, CA, CPA. selaku Ketua STEI SEBI dalam pelepasan para wisudawan/wati.

Beliau juga berpesan agar kita memiliki orientasi hidup yang mulia, beliau berkata bahwa saat ini kita sudah mulai memasuki masa-masa yang penting dan produktif . Maka isilah masa-masa itu dengan hal-hal yang baik dan jangan pernah sia-siakan sedikitpun sehingga kita bisa terus mengabdi kepada Allah SWT dalam segala aspek kehidupan terutama dalam memperjuangkan ekonomi Islam. (hna)

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/wisudawan-stei-sebi-xiii-siap-perjuangkan-ekonomi-islam/feed/ 0
Melahirkan SDM Keuangan dan Bisnis Syariah Berdaya Saing Tinggi di Era Industri http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/melahirkan-sdm-keuangan-dan-bisnis-syariah-berdaya-saing-tinggi-di-era-industri/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/melahirkan-sdm-keuangan-dan-bisnis-syariah-berdaya-saing-tinggi-di-era-industri/#respond Mon, 19 Nov 2018 09:26:46 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20093 Depok – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) menggelar wisuda ke – 13 di Sebi Hall Kampus STEI SEBI Depok. Wisuda ini diadakan pada hari Sabtu (17/11) bertepatan dengan Milad SEBI ke- 20 yang dihadiri oleh perwakilan Diktis dan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, Komisaris Utama BRI Syariah dan Direktur Utama Bank Jawa Barat Syariah (BJBS).

Mengangkat tema “Melahirkan SDM Keuangan dan Bisnis Syariah Berdaya Saing Tinggi di Era Industri 4.0”, orasi kali ini akan diisi oleh Prof. Dr. Hermanto Siregar, M. Ec., selaku Komisaris Utama BRI Syariah dan motivasi untuk wisudawan oleh Direktur Utama BJBS Indra Falatehan, ST., MM.

“Saat ini yang sudah melek syariah itu tidak lebih dari 25% hanya ¼ daripada orang Indonesia yang mengetahui syariah, itu hanya mengetahui dan share pada Perbankan Syariah. Ini adalah Tantangan yang sangat berat, namun disitu kita memiliki peluang yang sangat besar dan harus kita wujudkan untuk sistem Perbankan Syariah di Indonesia,” papar Prof. Dr. Hermanto Siregar, M. Ec., Komisaris Utama BRI Syariah.

Dilanjut dengan penyampaian motivasi dari Direktur Utama BJBS Indra Falatehan, ST., MM., “Idealisme jangan sampai luntur setelah keluar dari kampus atau universitas. Pertahankan idealisme itu karena penting dalam dunia kerja. Sehingga ketika dalam bekerja tidak hanya semangat yang akan didapatkan namun juga makna hidup. Dan jadikan setiap pekerjaan dalam lembaga syariah sebagai ibadah. Sehingga tak hanya ibadah ritual yang dilakukan, namun juga ibadah sosial, agar umat islam mampu menguasai dunia.

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/melahirkan-sdm-keuangan-dan-bisnis-syariah-berdaya-saing-tinggi-di-era-industri/feed/ 0
Sejarah Pasar Modal Indonesia http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/sejarah-pasar-modal-indonesia/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/sejarah-pasar-modal-indonesia/#respond Mon, 19 Nov 2018 07:14:44 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20090 Pasar modal merupakan salah satu alternatif untuk berinvestasi. Namun sayangnya, masyarakat Indonesia sendiri masih sangat asing dengan istilah tersebut. Lalu, apa itu pasar modal? Bagaimana sejarah pasar modal di Indonesia?

Pasar modal adalah instrumen keuangan yang memperjual belikan surat-surat berharga berupa obligasi atau saham yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Surat-surat berharga tersebut merupakan dana jangka panjang yang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Kegiatannya dilaksanakan di bursa, tempat bertemunya penjual dan pembeli surat-surat berharga tersebut.

Kegiatan pasar modal di Indonesia pertama kali dimulai pada era penjajahan belanda. Namun pada saat itu belum ada organisasi resmi yang menaungi pasar modal tersebut. Yang ada hanyalah transaksi jual beli modal.

Pada tanggal 14 Desember 1912, berdirilah bursa efek pertama di Indonesia dengan nama Vereniging Voor de Effectenhandel (Bursa Efek Batavia) yang merupakan cabang bursah saham di Amsterdam. Anggotanya sebanyak 13 orang dengan efek yang di perjual belikan yaitu saham dan obligasi perkebunan Belanda di Indonesia, obligasi pemerintah, dan efek perusahaan Belanda.

Bursa Efek Batavia sempat ditutup pada tahun 1914 karena Perang Dunia I dan dibuka kembali pada tahun 1918. Setelah itu, perkembangan pasar modal di Batavia menjadi sangat pesat sehingga menarik minat masyarakat lainnya. Padan tanggal 11 Januari 1925, Surabaya resmi menyelenggarakan perdagangan efek, disusul Semarang pada 1 Agustus 1925. Namun, hal ini tidak berlangsung lama dikarenakan pecahnya Perang Dunia II.

Setelah terhenti kurang lebih selama 12 tahun, Bursa Efek Batavia dibuka kembali dengan nama Bursa Efek Jakarta dan berkembang sangat pesat hingga tahun 1958. Lagi-lagi hal ini tidak berlangsung lama akibat instruksi Badan Nasionalisasi Perusahaan Belanda yang melarang perdagangan efek perusahaan Belanda yang beroperasi di Indonesia. Akibatnya, banyak investor Belanda yang meninggalkan Indonesia.

Selama periode 1977-1988, perkembangan pasar modal Indonesia kurang menggembirakan. Hanya ada 28 perusahaan yang tercatat di bursa. Namun bursa efek kembali berkembang di tahun 1989 dengan adanya keputusan Mentri Keuangan yang mengizinkan investor asing untuk membeli saham di bursa Indonesia dengan batas maksimum 49%.

Perkembangan ini berlanjut dengan berdirinya PT. Bursa Efek Surabaya sebagai bursa swasta. Lalu pada 22 Juli 1995, dilaksanakan penandatanganan perjanjian penggabungan Bursa Paralel Indonesia (BPI) dan Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi Bursa Efek Surabaya (BES). Sehingga, semenjak itu, hanya ada 2 bursa efek yang aktif yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Memasuki masa krisis moneter berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, sehingga berdampak pula pada merosotnya harga-harga saham. Dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah mencapai di atas 700-an, anjlok hingga 200-an. Sehingga, langkah yang dilakukan adalah melepas batasan kepemilikan asing yang tadinya 49% menjadi 100%, kecuali untuk saham perbankan. Dan menggabungkan Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta menjadi Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008. Hingga sekarang perkembangan Bursa Efek Indonesia sangat pesat, bahkan BEI merupakan salah satu bursa efek termaju di ASEAN.

Sedangkan untuk Pasar Modal Syariah di Indonesia dimulai dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah oleh PT. Danareksa Investment Management pada 3 Juli 1997. Tanggal 18 April 2001, untuk pertama kali Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal, yaitu Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah. Instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah pada awal September 2002. (Finia Salwanisa)

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/sejarah-pasar-modal-indonesia/feed/ 0
Potret Muram Guru Honerer http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/potret-muram-guru-honerer/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/potret-muram-guru-honerer/#respond Mon, 19 Nov 2018 06:52:46 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20087 Oleh: Ayyuhanna Widowati, S. E. I.

Setiap 25 November, Indonesia selalu memperingati Hari Guru. Dengan peringatan tahunan tersebut setidaknya menunjukkan bahwa para tenaga pengajar memiliki peranan penting serta adanya apresiasi pemerintah.

Namun di hari peringatannya potret muram guru honorer tidaklah jauh dari kesejahteraan dan perubahan status yang belum pasti masih terlihat nyata. Seperti diketahui, ribuan guru honorer melakukan aksi demo di depan Istana Kepresidenan. Mereka menuntut pemerintah segera mengangkat guru honorer sebagai PNS (detiknews).

Pemerintah belum sungguh-sungguh berupaya mencari jalan keluar agar masalah tenaga honorer terselesaikan. Dengan pertimbangan anggaran yang tidak sedikit sehingga ribuan guru honorer menunggu kepastian status. Begitulah potret muram guru honerer dalam sistem sekuler, untung rugi menjadi pertimbangan.

Padahal sejatinya guru adalah manusia mulia yang mencetak generasi bangsa menjadi berkualitas. Sejarah mencatat bahwa guru dalam naungan Islam mendapatkan penghargaan yang tinggi berupa pemberian gaji yang melampaui kebutuhannya. Imam Ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari Al-Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa di Kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas).

Perhatian para kepala negara kaum Muslimin (Khalifah) bukan hanya tertuju pada gaji para pendidik, sarana dan prasarana untuk menunjang profesionalitas guru juga disediakan secara cuma-cuma. Terbayang jelas, guru akan fokus menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pencetak generasi masa depan yang gemilang.[]

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/potret-muram-guru-honerer/feed/ 0
Banjir Bandang Landa Sigi, Relawan Sigap Merespon http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/banjir-bandang-landa-sigi-relawan-sigap-merespon/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/banjir-bandang-landa-sigi-relawan-sigap-merespon/#respond Mon, 19 Nov 2018 06:37:33 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20084 SIGI, SULTENG—Banjir bandang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ribuan orang warga terdampak banjir bandang tersebut.

“2.259 jiwa/551 KK terbagi tiga dusun dan 10 RT terdampak. 100 KK didusun 2 mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui releasenya, Sabtu (17/11/2018).

Belasan rumah di dua Dusun Desa Bangga terendam banjir bandang kemarin (Jumat,16/11) sore. Akibat hujan deras air dari hulu sungai meluap membawa material pepohonan dan batuan ke perkampungan. Jembatan di desa terhalang oleh kayu dan batu dan membuat aliran sungai berbelok ke rumah warga.

Menurut Ust. Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa Filantropi mengatakan, “Dompet Dhuafa sudah sebulan lebih berada di Sulawesi Tengah dalam recovery gempa dan tsunami yang menimpa wilayah tersebut. Dan saat ini tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa sigap merespon banjir bandang yang terjadi di Sigi, selain melakukan evakuasi, tim akan membagikan bantuan bagi para pengungsi”.

Pada siang ini (Sabtu, 17/11) tim Dompet Dhuafa terjun ke wilayah Sigi, dengan menembus perjalanan terjal, hal ini akibat gempa yang terjadi sebelumnya, akses yang dilalui sangat sulit. Beberapa pekan lalu wilayah Sigi merupakan wilayah yang terdampak gempa, beberapa warga kembali mengungsi setelah banjir melanda. Tim Dompet Dhuafa terjun dengan membawa bantuan baik berupa logistik hingga genset.

“Banjir terjadi akibat hujan sehingga menghanyutkan potongan” kayu terjadi penyumbatan di sungai akibatnya air meluap ke permukiman warga desa bangga kec. Dolo selatan kab. Sigi sejak pukul 20:00 WITA (Jumat kemarin 16/11). Pengungsian terpusat di bukit perkebunan warga yang terbagi di beberapa titik. Diperkirakan jumlah pengungsi sejumlah 300 KK serta saat ini yang sangat dibutuhkan oleh warga seperti terpal, selimut, makanan, air bersih dan obat-obatan. Kondisi saat ini masih hujan hingga debit air semakin deras yg mengakibatkan akses jalan warga terputus. Sehingga bantuan yang akan disalurkan ke pengungsian terhambat”, sebut Anto tim aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa yang berada di Sigi.

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/banjir-bandang-landa-sigi-relawan-sigap-merespon/feed/ 0
Cafe Pemberdayaan Ramaikan Festival Filantropi Indonesia 2018 http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/cafe-pemberdayaan-ramaikan-festival-filantropi-indonesia-2018/ http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/cafe-pemberdayaan-ramaikan-festival-filantropi-indonesia-2018/#respond Sat, 17 Nov 2018 04:48:33 +0000 http://www.depokpos.com/?p=20081 JAKARTA- Pesatnya perkembangan Lembaga-lembaga filantropi di Indonesia telah mendorong berbagai inovasi dalam aktivitas filantropi . Di tahun 2018 ini, Filantropi Indonesia menggelar Festival Filantropi Indonesia (FIFEST) atau Indonesia Philantropy Festival. Festival ini mengangkat tema “From Innovation to Impact: Unlocking Philanthropy Potential to Accelerate the Achievement of SDGs” ini akan digelar 15 – 17 November 2018 . Dompet Dhuafa salah satu lembaga filantropi Indonesia tidak ketinggalan untuk ikut serta dalam pameran bergengsi ini. Dalam pameran ini, Dompet Dhuafa mengangkat konsep Café Pemberdayaan. Event dua tahunan ini diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. (Jumat, 16/11)

“Keikutsertaan pada pameran ini kami menghadirkan berbagai produk pemberdayaan ekonomi seperti kopi, beras, gula, dan hasil pertanian lainnya. Festival ini selain sebagai menginformasikan kinerja pemberdayaan Dompet Dhuafa, kami manfaatkan untuk ajang promosi produk pemberdayaan,” ucap drg.Imam Rullyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropy.

Dompet Dhuafa memiliki program pemberdayaan petani kopi di berbagai wilayah seperti Aceh Tengah, Temanggung, hingga Bulukumba. Selain pemberian modal kepada para kelompok petani, Dompet Dhuafa juga memberikan pendampingan hingga membantu proses pemasarannya dari para petani untuk meningkatkan tingkat taraf ekonomi kehidupan.

Dompet Dhuafa yang merupakan lembaga terbesar sekaligus pelopor lembaga filantropi di Indoneisia, bahu membahu dalam membantu korban bencana, mulai tahap tanggap darurat sampai fase rekonstruksi. Melalui Festival Filantropi Indonesia ini bisa menjadi ajang apresiasi bagi lembaga-lembaga filantropi atas peran dan kontribusi yang diberikan, khususnya untuk korban bencana. Festival ini diikuti oleh lembaga filantropi nasional dan internasional. Delegasi negara-negara lain diantaranya adalah Cina, Kolombia, Amerika Serikat, Filipina, dan Singapura

Fifest 2018 digelar pada momentum yang tepat di mana kegiatan filantropi di Indonesia tengah berkembang pesat. Organisasi-organisasi filantropi berperan besar dalam membantu mengatasi persoalan sosial melalui mobilisasi dan distribusi sumber daya (dana, barang, tenaga, keahlian, dll). Dan akan menampilkan inovasi dalam berbagai aktivitas filantropi di Indonesia dan Asia, serta strategi efektif dalam membangun kapasitas Lembaga-lembaga filantropi di Indonesia untuk pencapaian TPB/ SDGs. Aktivitasnya tidak hanya berisi pameran, tetapi juga konferensi, networking session, skill share, talk show, forum kemitraan, serta field trip ke berbagai proyek filantropi.

Event FIFEST secara umum terdiri dari dua kegiatan, yakni pameran dan forum-forum filantropi. Pameran filantropi akan menampilkan keragaman lembaga filantropi berikut program-programnya yang dikaitkan dengan 17 goals SDGs. Sementara kegiatan lainnya adalah forum-forum atau diskusi mengenai berbagai aspek kelembagaan dan program filantropi. Sesi-sesinya akan terbagi atas diskusi pleno, sesi paralel dan kelas keahlian. Selain itu, festival filantropi juga menggelar forum kemitraan yang memfasilitasi pertemuan dan kolaborasi antara lembaga filantropi dengan organisasi nirlaba.

]]>
http://www.depokpos.com/arsip/2018/11/cafe-pemberdayaan-ramaikan-festival-filantropi-indonesia-2018/feed/ 0