IKA FBS UNJ Imbau Jadikan Bahasa dan Seni Sebagai Identitas Budaya Berkarakter

JAKARTA – Ikatan Alumni Fakultas Bahasa dan Seni (IKA FBS) Universitas Negeri Jakarta mengimbau pentingnya membangun identitas budaya bangsa melalui bahasa dan seni. Karena bahasa dan seni merupakan aset bangsa Indonesia yang sangat pantas menjadi pemersatu bangsa. Penegasan IKA FBS UNJ ini akan dinyatakan adlam acara “Alumni FBS Poelang Kampoeng – Pendopo Memori” pada Sabtu, 10 November 2018 nanti di Pendopo FBS Kampus UNJ Rawamangun. Acara ini akan dibuka oleh Dekan FBS UNJ, Dr. Liliana Muliastuti dan Ketua IKA FBS UNJ, Khatibul Umam Wiranu yang akan dihadiri 300 alumni dan mahasiswa.

“Sebagai komunitas akademis, IKA FBS UNJ mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahasa yang santun dan seni yang universal sebagai penguatan terjadap identitas budaya yang berkarakter” ujar Syarifudin Yunus, Wakil Ketua IKA FBS UNJ.

Melalui acara “Alumni FBS Poelang Kampoeng”, IKA FBS UNJ ingin menyampaikan pesan pentingnya kesantunan berbahasa dan universalitas seni sebagai media untuk menjalin silaturahim dna memelihara kebersamaan sambil menengok almamater tempat kuliah masa lalu. Berbagai sajian seperti: pembacaan puisi, musikalisasi puisi, musik keroncong, music lawas 90-an, grup band milenial, stand up comedy, dan apresiasi kepada dosen purnabakti digelar di acara ini, termasuk jajanan kampus semasa kuliah seperti somay, ketoprak, baksoakan jadi panganan utama.

FBS UNJ sendiri saat ini memiliki berbagai program studi seperti: Pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Jerman, Pendidikan Bahasa Perancis, Pendidikan Bahasa Jepang, Seni Rupa, Seni Musik, dan Seni Tari. Secara academia, alumni FBS UNJ merupakan sarjana bahasa dan seni yang memiliki kepentingan untuk mengawal terpeliharanya bahasa dan seni sebagai identitas bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan ini, IKA FBS UNJ pun mengajak para alumni untuk ikut membaktikan diri untuk memperkuat citra dan reputasi almamater UNJ sebagai perguruan tinggi negeri yang ada di kota Jakarta. Maka setiap alumnis FBS UNJ, sama sekali tidak bisa dilepaskan dari “identitas” perguruan tinggi-nya. Di mana pun dan ke mana pun, status alumni dari suatu almamater tidak bisa diabaikan, apalagi dihilangkan. Maka setiap alumni harus peduli, harus menjadi elemen yang bisa memberi kontribusi kepada almamaternya. Karena siapa lagi yang mau berbuat untuk “baik” kepada almamaternya kalau bukan orang-orang yang ada dan menjadi bagian dari almamater itu sendiri.

Di era milenial seperti sekarang, sinergi para alumni untuk berbuat lebih baik bagi almamaternya sangatlah penting. Usaha untuk “menghidupkan” tradisi akademis dan marwah pendidikan yang berkualitas bisa jadi kontribusi nyata dari para alumni.

“Hari ini sangat penting untuk menyatukan alumni, di manapun, untuk memperkuat sinergitas. Untuk sebuah nama baik almamater. Kita perlu membangun alumni yang menggoretkan “tinta emas” bukan yang lain” tambah Syarif.

IKA FBS UNJ memandag bahwa bahasa dan seni adalah pilar pendidikan karakter. Sebagaimana diketahui, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Oleh karena itu, bahasa dan seni memiliki kaitan erat dengan karakter. Maka, melalui penguatan bahasa dan seni menjadi sangat mungkin tercipta identitas budaya yang berkarakter.

Melalui “Alumni FBS Poelang Kampoeng” pada akhirnya para alumni bisa berbuat lebih optimal, mengabdi penuh dedikasi kepada almamater UNJ. Karena pengabdian adalah kehormatan; sebuah persembahan dari hati yang tidak pernah mati.

Comments

comments