Tim Relawan Kemanusiaan Tembus 3 Desa Pelosok Pasca Gempa Tsunami Sulteng

PALU, SULTENG— Tim Aktivis kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa terus menempuh pedalaman Sulawesi Tengah untuk menyalurkan bantuan, sebelumnya jalan utama yang menghubungkan kota dan beberapa daerah di sekitar Sulawesi Tengah terputus akibat gempa yang mengakibatkan longsor dan memutuskan akse jalan utama, penerus deyut nadi ekonomi warga pelosok. Kala (Sabtu kemarin, 27/10) tim aktivis kemanusiaan memutuskan untuk bergerak dan menerobos beberapa titik longsoran untuk menembus pemukiman pelosok yang sangat membutuhkan logistik. Lebih dari 76 kilometer tim logistik menembus jalur extreme menuju tiga Desa yaitu Desa Silua, Desa Namo dan Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi.

Beberapa titik terdapat rintangan dalam menembus jalur di tengah likuifaksi yang awalnya di tutup karena masih basah dan gembur, akhirnya sudah bisa di lewati sehingga tanah bekas likuifaksi sudah mengering, menembus jalur pasca banjir bandang dan longsor di Desa Kororo Kecamatan Kulawi, jalur longsor sepanjang jalan Kecamatan Pakuli sampai jalur buka tutup selama 3 jam di Kulawi hal ini disebabkan ada pengerjaan buka jalur longsor sepanjang kurang lebih 10 hingga 15 kilometer. Akhirnya tim aktivis kemanusiaan Loves Dompet Dhuafa berhasil menembus jalur jalur sulit untuk masuk ke pos pengungsi desa paling ujung yaitu Desa Bolapapu Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi dalam kurun waktu 6 jam.

BACA JUGA:  Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Hingga kemarin (Sabtu, 27/10) tim Dapur Keliling sudah membagikan 300 logistik dan agar agar 400 cup di Biromaru, Lolu, Sigi dengan total 700 penerima manfaat.

“Banyak para korban yang masih mengalami trauma yang di alami baik anak – anak maupun para orang tua. Ini merupakan tantangan tim PFA ( Pshycological First Aid) Dompet Dhuafa untuk bisa menangani trauma yang di alami oleh para pengungsi.” Ucap Izzat koordinator PFA Dompet Dhuafa.

Program Pshycological First Aid (PFA) di ikuti 39 anak – anak dan 30 orang dewasa. Sasaran dari Program PFA ini adalah ibu, remaja dan anak dengan intervensi berbeda di masing-masing sasaran tersebut.

BACA JUGA:  Taufiek Bawazier: 80% Bahan Baku Plastik di Indonesia Masih Impor

“Kami sangat bersyukur karena ada tim dari Dompet Dhuafa yang datang ke pengungsian kami untuk membantu menghilangkan trauma kepada para pengungsi. Sebelumnya para pengungsi mengalami trauma yang berkepanjangan.” Ucap marin warga.

Hampir sebulan Dompet Dhuafa terus bergerak untuk membantu dan mengevakuasi para korban gempa-tsunami Sulawasi Tengah. Seluruh bantuan secara bertahap disalurkan ke beberapa titik pos pengungsian serta penerima manfaat yang sudah disurvei melalui tim aktivis kemanusiaan. Dompet Dhuafa hingga kini sudah 18.245 penerima manfaat dari pelayanan hingga program yang sudah berjalan pasca gempa-tsunami di wilayah tersebut. Sampai saat ini sudah 2.113 jiwa meninggal dunia, 4.612 jiwa luka-luka, 223. 751 jiwa pengungsi dan 1.309 jiwa hilang.

BACA JUGA:  Pasien Rawat Jalan RSUD Depok Sekarang Bisa Daftar Online, Ini Caranya!

Di sisi yang lain Dompet Dhuafa bergerak dengan memberikan layanan evakuasi di tujuh titik dengan 137 jenazah berhasil ditemukan, 55 titik pos layanan kesehatan serta klinik lapangan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.189 pasien. Mendirikan dapur umum di dua titik dan mendatangkan Dapur Keliling dari Jakarta sehingga dapat mencakup di sembilan titik, hingga kemarin (Jumat lalu, 26/10) sudah 7.470 jiwa penerima manfaat.

Comments

comments