Sukses Itu Tujuan

Oleh : Ummi Latifah. Mardatillah, Mahasiswi STEI SEBI

Seperti yang sering kita temui di berbagai masyarakat bahwa keberhasilan, kekayaan, kecerdasan, dan kesuksesan adalah suatu impian yang diharapkan dan di tunggu-tunggu bahkan oleh pribadi kita sendiri. Kenapa tidak? Jelas, karena kita hidup di dunia ini memiliki tujuan-tujuan yang berbeda setiap invidunya.

Maka dengan adanya tujuan tersebut, setiap insan bersikeras untuk melakukan apa saja agar tujuan tersebut tercapai kedepannya. Lalu sukses yang bagaimanakah? Jika berbicara sukses, setiap individu pasti memiliki substansi berbeda, ada yang mengatakan sukses itu adalah dengan memiliki banyak uang, ada yang berpikiran jika memiliki kecerdasan dan kepandaian itu juga kesuksesan, ada juga yang mengatakan bahwa berpendidikan tinggi adalah suatu keberhasilan, mendapatkan pekerjaan mapan dan lain sebagainya.

Semua argumen tersebut benar karena kita sendiri tidak bisa menyimpulkan bahwa kesuksesan dan keberhasilan harus sesuai dengan pemikiran pribadi karena kesuksesan itu sifatnya relatif. Jika kita memiliki tujuan maka buatlah tujuan itu sebesar mungkin dan setinggi mungkin agar perjuangan yang kita lakukan juga tidak setengah-setengah, mari kita lihat ilustrasi ini. Contoh: pemain sepakbola terkenal yakni Ronaldowati dan pemain sepakbola terkenal lainnya perhatikanlah saat pemain tersebut berambisi kuat untuk mencetak Gol yang sebanyak-banyaknya, kenapa? Karena tujuan mereka bermain dan bertanding sepakbola hanya mencetak Gol saja, lalu seorang Pembisnis ternama yaitu Brian Chesky dan dua teman lainnya yang bisa menghasilkan Miliaran dolar dan menciptakan banyak kontroversi.

Jikalau kita lihat juga bagaimana mereka berjuang untuk membangun bisnisnya dari nol (startup) menjadi Milioner dan sukses sampai saat ini. Nah, dari dua ilustrasi singkat tersebut kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) dan akhirnya faham, bahwa manusia hidup memiliki tujuan, hampalah jika manusia tidak memiliki tujuan pun imipian yang ingin di capai.

Begitupun penulis yang masih sebagai pelajar dan masih banyak tanggung jawab yang diemban harus tetap mempunyai dan faham akan tujuan dan impian yang ingin dicapai. Terkadang, kita pernah mengalami titil kejenuhannya. Wajar karena Iman saja bisa Yazid wa Yanqush apalagi semangat. Oleh kareana itu, disini penulis akan memberikan beberapa tips agar semangat tersebut bisa tumbuh lagi dalam diri seseorang diantaranya, :

Menjadi Remaja yang terus Meng-update dirinya dengan ilmu Pengetahuan. Dengan mentargetkan setiap harinya harus ada yang dilakukan seperti: membaca buku minimal 100 halaman, menghafal Al-Qur’an 3 halaman, menulis minimal 5 halaman, dan mengikuti kajian-kajian yang ada diluar kampus ataupun dalam kampus sendiri.
Mengingat Kesuksesan dan Tujuan itu sendiri yang akan kita raih kedepannya, agar giroh tersebut kembali muncul.
Manfaatkan Kesempatan dan Peluang di sekitar dengan baik. Karena kesempatan ibarat bahan, dan jika bahan tersebut tidak diolah maka tidak akan menghasilkan apapun begitupun impian.

Menjadi Remaja yang Kreatif , pelajar yang selalu bersifat wajib dan di butuhkan oleh masyarakat. Maksudnya adalah menghasilkan hal yang baru dan unik. Contoh: “Seorang pembisnis pemula maka ia harus memiliki produk baru, unik, bisa menarik perhatian calon konsumen. Yang sebelumnya produk tidak pernah ada akan tetapi manfaatnya buat manusia itu sangat besar.”

Dan jadilah sebagai pelajar yang berlabel wajib tetapi jangan sekali-kali menjadi pelajar yang berlabel haram! Karena ada beberapa kriteria pelajar saat ini yang sering kita jumpai yakni: Pelajar berlabel wajib, ialah pelajar yang benar-benar mengetahui esensi kehidupan dan memiliki tujuan hidup yang jelas, aktif di berbagai organisasi, kehidupan bersosialnya juga baik dengan masyarakat. Dan tidak adanya pelajar berlabel ini sangat disayangkan dan merasa kehilangan akan tetapi kehadirannya sangat dinantikan.

  • Pelajar berlabel sunnah, ialah pelajar yang keberadaanya/ kehadirannya memang menyenangkan, tetapi jika tidak ada maka tidak terasa kehilangan.
  • Pelajar yang berlabel mubah, ialah pelajar yang kehadirannya tidak terlalu di butuhkan begitupun ketidak hadirannya tidak terasa kehilangan.
  • Pelajar yang berlabel haram, ialah pelajar yang kehadirannya tidak diinginkan/diharapkan oleh masyarakat ataupun teman lainnya dan ketidak kehadirannya sangat didambakan.
  • Kalahkan hal yang bisa memperlambat usaha kita, misalnya masalah pribadi, penaggungan, dan kurang percaya diri (PD). Daripada membidik terlalu tinggi, tetapkan harapan yang realistis dan mencari pengembangan diri dimulai dari yang terkecil dulu. Dengan begitu, upaya meraih Kesuksesan akan semakin dekat.

Referensi:

Abi, Rian Hidayat. 2017. Jadi Pelajar Harus Sukses. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kompas-Gramedia.
www.finansialku.com

Comments

comments