Membentuk Karakter Siswa Melalui Disiplin

Ilustrasi. (Istimewa)

Disiplin adalah suatu kondisi yang terbentuk melalui proses prilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Disiplin akan membuat seseorang tahu dan dapat membedakan hal-hal apa yang seharusnya dilakukan, yang boleh di lakukan dan yang tak sepatutnya dilakukan.

Kedisiplinan adalah hal mentaati tata tertib disegala aspek kehidupan baik agama, budaya, pergaulan, sekolah, dan lain-lain. Menurut Ki Hajar Dewantoro (1967) disiplin adalah peraturan tata tertib yang dilakukan secara tegas dan ketat. Di setiap sekolah pasti memiliki tata tertib, baik dalam waktu, berpakaian dan berprilaku yang semua itu akan membentuk karakter pada anak.

Salah satu manfaat kedisiplinan di sekolah adalah siswa akan memiliki sifat teladan. Anak yang teladan tidak hanya dipandang dari prestasinya saja, tetapi juga dilihat dari bagaimana ia menjalankan kehidupan atau berprilaku terhadap teman-temannya disekolah. Hal ini tentu tidak jauh dari sikap disiplin yang harus dimiliki oleh siswa, sikap disiplin seperti ini akan membantu siswa menjadi anak teladan.

Karakter adalah suatu cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas bagi tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, karakter siswa yang baik adalah karakter siswa yang menunjukan bahwa dirinya seorang pelajar yang berpendidikan. Mereka akan mempunyai watak yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, sopan santun, dan tidak sombong.

Salah satu pembentukan karakter anak disekolah adalah dengan cara menjalankan tata tertib yang berlaku. Tata tertib sekolah merupakan ikatan atau aturan yang harus dipatuhi setiap warga sekolah tempat berlakunya proses belajar mengajar. Tata tertib di sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting dalam membantu membiasakan anak mengendalikan perilaku yang di inginkan, seperti yang dikemukakan oleh Hurlock (1990) yaitu peraturan mempunyai nilai pendidikan, sebab peraturan memperkenalkan pada anak prilaku yang disetujui oleh anggota kelompok. Misalnya siswa belajar dari peraturan tentang memberi dan mendapat bantuan dalam tugas sekolahnya, bahwa menyerahkan tugasnya sendiri merupakan satu-satunya cara yang dapat di terima disekolah untuk menilai prestasinya.

Jika suatu peraturan di langgar oleh siswa, maka ia berhak mendapatkan sanksi atau hukuman. Sanksi tersebut bertujuan agar siswa lambat laun dapat disiplin dalam peraturan sekolah dengan sadar akan kepatuhan atau ketaatan tanpa pengawasan yang ketat ataupun paksaan dari guru. Salah satu proses usaha pembentukan karakter yang baik pada diri siswa adalah dengan melakukan kebiasan patuh terhadap tata tertib dan peraturan sekolah.

Contoh tata tertib yang biasanya berlaku diseluruh sekolah adalah mengikuti upacara pada hari senin pagi. Jika siswa datang terlambat, maka ia akan mendapatkan hukuman atau sanki yang berlaku. Dengan memberikan sanksi terhadap siswa, maka ia tidak akan melakukan keselahan yang kedua kalinya dan hal tersebut dapat menumbuhkan karakter siswa tanpa disadarinya.

Oleh: Fira Hafidzah, mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Jakarta

Comments

comments