Dompet Dhuafa Inisiasi Pembangunan Fasilitas Umum Darurat di Palu

PALU, SULTENG— Gempa dan Tsunami sudah meluluhlantahkan sendi-sendi perekonomian bahkan fasilitas umum yang memang terus menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat sekitar, seperti sekolah, masjid, hingga pasar-pasar tradisional yang lumpuh beberapa minggu terakhir. Banyaknya relawan serta masyarakat akan simpati terhadap bencana yang terjadi dapat menciptakan iklim yang kondusif serta percepatan pembangunan sedini mungkin pasca gempa dan tsunami terjadi.

Dompet Dhuafa bersama para aktivis kemanusiaan berupaya untuk bergerak dengan berbagai respon baik bantuan secara psikososial, dapur keliling, hingga layanan kesehatan. Saat ini selain menginisiasi rumah sementara sebanyak 138 buah, serta sekolah sementara, Dompet Dhuafa juga berupaya menginisiasi pembangunan Masjid Darurat di titik pengungsian Masjid Agung Darussalam. Program recovery tersebut merupakan bentuk dukungan dan solusi sebagai kebutuhan masyarakat untuk sarana ibadah kala berada di pengungsian.

BACA JUGA:  Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Ustad Helmi Ambas, selaku Ketua Pengurus DKM Masjid Agung Darussalam Palu Barat, mengakui bahwa kebutuhan akan tempat beribadah kala mengungsi tetaplah sebuah prioritas di antara peradaban masyarakat. Ia juga yakin, masjid darurat tersebut akan lebih bermakna disaat-saat pemulihan bencana seperti ini. “Alhamdulillah, Dompet Dhuafa hadir melalui manfaatnya berupa Masjid Darurat sebagai solusi penyintas disini, bahkan mendampingi kami selama proses pembangunan. Melalui masjid, dakwah harus tetap berjalan dan mempertebal ketakwaan,” aku Ustad Helmi pada tim Dompet Dhuafa, Minggu lalu (21/10).

BACA JUGA:  Mimpi Petani Korban Umroh Bodong, Akhirnya ke Tanah Suci

Koordinator Pembangunan Masjid Darurat respon Palu, Sanadi, menambahkan, “Prosesnya sudah mencapai 80%, inshaAllah besok lusa amanah ini akan mulai memfasilitasi warga penyintas di Palu.”

Hingga hari ini (Selasa, 23/10) sudah 2.228 pasien tertangani dengan 52 titik pos medis serta klinik lapangan. 6.470 penerima manfaat dari kehadiran dapur umum dan dapur keliling di tujuh titik. 41 titik dukungan psikososial dengan 1.446 jiwa. Sementara 4 unit MCK darurat, water purfier, enam unit tangki air, dua masjid darurat serta 138 rumah sementara dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.064 jiwa. Sementara jumlah keseluruhan penerima manfaat sebanyak 17.519 jiwa.

BACA JUGA:  Kemeriahan Wisuda ke-13 Bersamaan Milad ke-20 STEI SEBI

Sejauh ini (Selasa, 23/10) tim Dompet Dhuafa terus bergerak ke berbagai lokasi untuk meninjau, pendampingan hingga assemen wilayah-wilayah yang terdampak. Tim Aktivis Kemanusiaan bagian logistik menyediakan 100 paket hygienic kit. Di beberapa titik seperti berlokasi di Masjid Agung Palu, tim aktivis kemanusiaan membuat pipanisasi hingga sarana MCK dalam lokasi tersebut. Kemarin Senin (22/10) Dapur Keliling mendistribusikan bubur kacang ijo sebanyak 500 porsi di titik pengungsian pos satelit Sigi, Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Comments

comments