Rupiah Terseok, Ekonomi Terpuruk

Ilustrasi (Istimewa)

Oleh: Ayyuhanna Widowati

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami penurunan. Bahkan, rupiah sempat melemah hingga menyentuh 14.840 terhadap Dolar AS (Liputan6.com).

Penurunan nilai tukar rupiah pastinya akan mempengaruhi kondisi ekonomi negeri ini. Pengaruhnya dapat dirasakan bagi semua kalangan, baik kalangan pengusaha, investor, pelaku industri dan kebijakan negara. Sudah tentu rakyat kecillah yang sangat menderita dari dampak ini.

Kita ketahui bersama bahwa Indonesia menerapkan sistem ekonomi Kapitalis yang menjadikan uang sebagai komoditas, menyebabkan nilai mata uang naik turun mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Sehingga pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS karena permintaan atau kebutuhan akan dolar AS di dalam negeri meningkat, sementara suplainya tetap bahkan menurun. Akibatnya nilai tukar rupiah semakin turun, ditambah lagi anggaran negara (APBN) kita yang tergantung pada utang luar negeri. Sehingga utang ini semakin menambah kebutuhan atau permintaan terhadap dolar.

Inilah akibat dari penerapan sistem ekonomi Kapitalis, semakin terseoknya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadikan ekonomi kita semakin terpuruk dan terbukti menimbulkan krisis yang berulang.

Namun, berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang pernah diterapkan lebih dari 1300 tahun lamanya dan tidak pernah mengalami krisis ekonomi. Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan mata uang yang mempunyai nilai intrinsik yang tetap dan tidak berubah. Ditambah dengan adanya kemandirian negara, tidak mengekor kepada negara lain, sehingga mengelola keuangan negara dengan asas Islam seperti pelarangan riba, menggerakkan sektor riil.

Maka, semua permasalahan di atas hanya bisa diterapkan oleh negara Islam yang akan menjalankan seluruh aturan Islam tanpa terkecuali sehingga akan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.[]

Comments

comments