Kuliah Perdana Mahasiswa Baru STEI SEBI

STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) SEBI- mengadakan Kuliah Perdana dengan tema, “Membangun SDM Ekonomi Syariah yang Siap Menjawab Tantangan Zaman” untuk Mahasiswa baru yang disampaikan oleh Dr. Mulya E. Siregar, Komisaris Utama Bank Syariah Mandiri. Dimulai pada pukul 13:45

Perkembangan Regional merupakan kaitan karakteristik wilayah geografis tertentu, meliputi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA merupakan sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara ASEAN setelah menyepakati perjanjian bersama. Dampak MEA bagi masyarkat Indonesia memiliki sisi negatif dan positif. Jumlah penduduk yang besar akan menjadi kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 Indonesia memiliki peluang dalam MEA sebesar 40% dari populasi ASEAN dan termasuk salah satu 5 besar negara ASEAN dengan pendapatan 5,42 triliun. MEA 2015 dan integrasi sektor keuangan ASEAN 2020 menjadi salah satu tolak ukur arah pengembangan perbankan nasional dengan kunci penguatan ketahahanan dan daya saing perbankan nasional.

Perkembangan Global meliputi ketidakpastian kebijakan ekonomi dan politik. Contohnya, global politikal risk, VUCA merupakan gambaran situasi dunia bisnis. Volatility didefinisikan sebagai perubahan yang cepat, Uncertainy merupakan kesulitan untuk memprediksi kejadian di masa depan, Complexity menyiratkan bauran antara isu dengan chaos yang terjadi di organisasi, Ambiguity merupakan kaburnya antara realistis dengan makna bauran yg ada. Normalisasi kebijakan moneter negara maju berpotensi memicu capital out flow di negara berkembang, termasuk Indonesia. Contohnya, ekspetasi kenaikan FFR, Digital Banking Penetration, Sustainable Finance, contohnya; UNDP beralih dari MDG menjadi SDG.

Pengaruh Perekonomian Global Kondisi Perbankan Indonesia Perbandingan Kondisi Perbankan ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Filiphina, Thailand, Myanmar) Perkembangan Ekonomi Syariah meliputi Konsep Dasar Ekonomi Syariah sebagai Landasan Filosofis Perbankan Syariah, Keselarasan Nilai Ekonomi Syariah dengan Nilai Luhur dan Tujuan Pengembangan Indonesia, Model Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia. Perbedaan Dual Banking System, yaitu konvensional dan syariah, berbeda dengan Dual system Banking yang melingkup makro suatu bank yang menjalani sistem komersial dan syariah secara bersamaan.

Perkembangan Keuangan Syariah yaitu 13 Bank Umum Syariah , 21 Unit Usaha Syariah, 167 Badan Pembiayaan Rakyat Syariah, dan memiliki total aset sebesar 435,02 triliun (islamic banking). Perkembangan Perbankan Syariah Global Indonesia berada diperingkat ke-9.Tantangan Zaman Bagi Ekonomi Syariah meliputi daya saing, seperti; produktivitas dan efisiensi, dan revolusi arah penyaluran kredit atau pembiayaan. Porsi pemberian kredit terbesar diberikan kepada sektor manufaktur dan perdagangan. [Tsamarah]

Comments

comments