5 Tips Menjadi Akuntan Publik Profesional

Oleh: Restiliasari

Pada awal 2016 telah berlaku Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN dituntut siap dalam bersaing dengan negara ASEAN lainnya. Tak terkecuali bersaing dalam hal ekonomi. Terlebih Indonesia menjadi negara ASEAN dengan potensi pasar terbesar se-Asia Tenggara.

Sehingga untuk menghadapi persaingan global ini, tentu tidak cukup jika pemerintah pusat saja yang bergerak. Walaupun Industri skala nasional bisa digerakkan pemerintah pusat, namun jika ingin lebih kuat bersaing, maka peran pemerintah daerah sangat diperlukan. Pemerintah daerah harus siap mencetak para pengusaha baru, serta tenaga terdidik baru.

Yang mengharuskan pekerja Indonesia harus diperbaiki, semua aspek kita harus berubah. Salah satu aspek yang harus dirubah adalah sektor akuntan publik. Seorang akuntan adalah tulang punggung sebuah perusahaan. Yang merupakan sebuah kepastian bahwa keputusan penting sebuah perusahaan berasal dari analisa keuangan yang dilakukan oleh seorang akuntan. Jika akuntan pada perusahaan itu tidak punya integritas dan profesionalitas, maka bisa dipastikan bahwa perusahaan tidak akan mencapai target yang diinginkan bahkan dapat menimbulkan kerugian.

Berdasarkan etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi.

Tapi perlu disadari bahwa kode etik ini saja tidak cukup menjadi standar untuk mewujudkan akuntan publik yang baik menghadapi persaingan global. Adapun standarisasi itu antara lain:

1. Jujur

Sifat ini harus dimiliki akuntan manapun. Dengan sifat jujur, seorang akuntan akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan terus terang. Tidak ada satu hal pun yang ditutup-tutupi hanya demi menghilangkan kesalahan pribadinya. Sifat jujur ini juga akan berpengaruh pada peforma perusahaan, sebab jika laporan keuangan disampaikan akuntan bahwa perusahaan mengalami keuntungan, maka perusahaan bisa membuat strategi pasar selanjutnya.

2. Amanah

Seorang yang jujur harus punya didukung oleh sifat amanah, yaitu bisa memegang kepercayaan orang lain. Sebab seorang akuntan juga mempunyai fungsi sebagai auditing. Dalam mengaudit, haruslah menjaga kerahasian klien yang kita periksa.

3. Transparan

Sebagai orang yang mempunyai fungsi auditing selayaknya akuntan juga menyampaikan hasil laporan keuangan yang objektif kepada publik. Tidak boleh ada penipuan publik. Penipuan hasil laporan keuangan hanya akan membuat kedua belah pihak pailit.

4. Cerdas

Seorang akuntan publik harus mempunyai sifat fathonah (cerdas) dan ini adalah sebuah kemestian. Kecerdasan ini diperlukan saat bekerja, mulai baik saat menjalankan fungsinya sebagai auditing, atestasi, akuntansi dan review, atau sebagai seorang konsultan publik. Dia harus bertindak dengan dasar ilmu akuntansi. Dan sifat ini ini telah mewakili kode etik objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian professional, serta standar teknis.

5. Kemampuan Berbahasa

Ini alah kemampuan tambahan. Selain harus mempunyai sifat sidiq, amanah, tabliqh dan fathonah, maka kemampuan wajib yang harus dimiliki seorang akuntan, Kita akan bersaing dengan negara ASEAN lainnya, maka dengan bahasa kita akan mampu melakukan persaingan itu. Sangat disayangkan jika kita sudah pempunya integritas yang mumpuni, tapi kita buruk dalam berkomunikasi. Hal ini membuat kita tidak terpakai dalam dunia kerja dan persaingan, maka bahasa (khususnya Bahasa Inggris) harus dimiliki oleh orang akuntan.

Dengan lima sifat dan kemampuan tadi, dipastikan semua akuntan akan siap bersaing dengan negara lain. Kecerdasan itu mahal, integritas lebih mahal, salam untuk para akuntan terbaik Indonesia!

Comments

comments