Resensi Buku Unusual Santri: Berbedalah Maka Kau Akan Dikenal

Judul : Unusual Santri: Berbedalah Maka Kau Akan Dikenal
Penulis : Dede Ibrahim
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit : 2018
Tebal : 196 halaman
ISBN : 978-602-04-5585-3

Oleh: Wardatul Hasanah
Alumnus Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan

Jika ada pertanyaan, adakah orang yang tidak ingin sukses? Tentu jawabannya hampir tidak ada. Kesuksesan adalah hak setiap orang selama orang tersebut mau memperjuangkannya dengan kerja keras dan penuh keyakinan. Setiap orang pada dasarnya bisa mendesain kesuksesannya sendiri, asalkan ia mampu mengupayakan sendiri kesuksesannya di masa depan.

Dalam buku terbarunya, Unusual Santri: Berbedalah Maka Kau Akan Dikenal, Dede Ibrahim secara detail mengupas bagaimana caranya menjadi santri yang sukses dan mampu berkontribuksi bagi pembanagunan bangsa. Tantangan santri saat ini lebih kompleks dibandingkan zaman dulu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meluluhlantakan batas dunia menjadi tantangan serius kaum santri. Persoalan politik dan ekonomi seakan menambah tanggungjawab santri dalam melangkah ke depan. Karenanya, santri harus tampil di garda terdepan dengan mengedepankan nilai-nilai kesantunan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan teladan sepanjang masa.

Sebagai pemuda yang paham agama, sudah sepatutnya para santri mampu meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan. Jika ingin jadi anak yang mandiri, contohlah kemandirian Rasulullah. Jika ingin jadi pengusaha, jadilah pengusaha seperti Rasulullah. Jika ingin kaya raya, jadilah sosok kaya raya yang low profile seperti Rasulullah. Ia kaya raya, tetapi tetap sederhana (halaman 33).

Selain itu, para santri harus mengubah pandangan sebagian masyarakat yang selalu memosisikan para santri pada kepintarannya dalam mengkaji kitab-kitab kuning, mengkaji tafsir al qur’an, fiqih, hadist, bahasa arab dan lain sebagainya yang terkait dengan pelajaran-pelajaran agama. Pemahaman mereka ini tentunya salah persepsi mengingat sudah banyak lulusan Pesantren yang berkontribusi terhadap pembangunan di negeri ini.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Hasyim Muzadi, Hidayat Nur Wahid, Nurcholis Majid, Lukman Hakim Saifuddin dan KH. Mohammad Tidjani Jauhari adalah sederet tokoh yang lahir dari rahim Pesantren. Tidak saja berkiprah di bidang politik, ekonomi, pendidikan, tetapi para santri banyak yang menekuni berbagai bidang usaha.

Pesantren juga banyak melahirkan penulis-penulis hebat, seperti Ahmad Fuadi, Zuhairi Misrawi, Mun’im Sirry, Nadirsyah Hosen, Vita Agustina dan masih banyak penulis jebolan Pesantren lainnya. Ini semua menjadi bukti konkret bahwa santri tidak dapat dipandang sebelah mata. Para santri sudah menunjukkan kemampuannya di segala aspek kehidupan.

Jangan pernah berpikir bahwa tujuan yang besar tidak akan didapatkan hanya karena kamu seorang santri. Lihat saja Ahmad Fuadi! Beliau sudah bermimpi besar sejak di pesantren. Sampai hari ini hampir semua mimpinya sudah berhasil diraihnya, mulai dari menjadi wartawan Voice of Amerika (VOA), keliling dunia, dan seminar di banyak kampus luar dan dalam negeri (halaman 150).

Jika santri ingin sukses dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa ini, maka ia harus mampu menetapkan tujuan hidupnya. Analoginya seperti ini, jika kita menetapkan tujuan untuk keliling dunia, maka minimal kita bisa menginjakkan kaki di satu atau dua negara saja. Tapi coba jika kita tidak menetapkan tujuan, apakah kita bisa keliling dunia? Sangat kecil sekali kemungkinannya, karena tujuannya saja tidak ada.

Untuk menjadi santri sukses dibutuhkan bekal yang cukup. Memiliki gagasan, berwawasan luas, berilmu, bermimpi besar, kerja keras, tekun dan sabar adalah syarat yang wajib dimiliki oleh santri untuk menggapai impiannya. Semoga terbitnya buku karya Dede Ibrahim ini, bisa membantu para santri untuk menjadi santri yang sukses dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Comments

comments