Resensi Buku Entrepreneurial Selling: 12 Jurus Memulai Bisnis

Judul : Entrepreneurial Selling: 12 Jurus Memulai Bisnis
Penulis : Jenu Widjaja Tandjung & Lenny Wijaya
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbit : 2018
Tebal : 126 halaman
ISBN : 978-602-04-5874-8

Oleh: Hermansyah Kahir
Penikmat buku, tinggal di Sumenep
Mahasiswi Jurusan Filsafat UIN Jakarta

Pengangguran menjadi persoalan di semua negara termasuk Indonesia. Bahkan, isu ini sering kali dijadikan bahan kampanye oleh calon presiden atau calon kepala daerah untuk mengambil simpati masyarakat.

Pengangguran di negeri ini memang mengalami penurunan, tapi penurunan tersebut belum signifikan mengingat angka pengangguran masih terbilang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk menanggulangi persoalan pengangguran. Salah satu solusi yang saat ini kita butuhkan adalah penciptaan lapangan kerja melalui wirausaha baru. Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi wirausaha sebagai penggerak perekonomian bangsa, apalagi hingga saat ini jumlah wirausaha kita masih kalah dibandingkan negara-negara tentangga seperti Malaysia dan Singapura.

Buku bertajuk Entrepreneurial Selling, secara khusus menjelaskan beberapa tips memulai usaha. Jenu Widjaja Tandjung dan Lenny Wijaya mengemas buku ini dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

Di bagian awal bukunya, penulis menjelaskan pentingnya penjualan, karena tanpa penjualan bisnis tidak akan tumbuh pesat. Di era digital seperti saat ini, dalam melakukan penjualan kita tidak lagi bisa mengandalkan sistem konvensional. Penjualan harus diubah menggunakan teknologi untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa hidup masyarakat saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial yang jumlahnya dari hari ke hari semakin banyak. Ada Facebook, Line, WhatsApp, Twitter, dan masih banyak yang lain. Sudah saatnya, penjual juga memanfaatkan peran media sosial dalam melakukan prospecting agar jumlah calon pelanggan semakin meningkat (hlm 3).

Kemudahan akses internet ditambah dengan berbagai media sosial, berdampak positif bagi lahirnya pengusaha-pengusaha baru di bidang startups. Go-Jek, Tokopedia, Bukapalak adalah beberapa contoh bisnis yang memanfaatkan teknologi internet yang sudah memberikan kemudahan bagi masyarakat luas. Lewat kecanggihan internet semua orang bisa menjadi pebisnis sekaligus penjual.

Bagian kedua buku ini mengupas pentingnya menjadi entrepreneur. Seperti diketahui bersama bahwa entrepreneur adalah mereka yang jeli melihat peluang dan berani mengambil risiko. Lahirnya para entrepreneur baru pada akhirnya akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Entrepreneur harus memiliki pemikiran original yang tidak dipikirkan oleh orang lain. Selain itu harus berani memikul risiko bisnis dan mau bertanggungjawab terhadap segala keputusan yang diambil, memiliki kemampuan terhadap bisnis yang ditekuni serta menentukan tujuan yang tinggi untuk dicapai (hlm 64).

Perjalanan menjadi pengusaha sukses memang tidaklah mudah. Banyak wirausaha baru yang akhirnya menyerah karena bisnisnya gagal atau bangkrut. Bahkan banyak dari meraka yang berpindah profesi jadi karyawan. Karena itu, dibutuhkan komitmen, keberanian, kerja keras, dan keyakinan agar tidak mudah menyerah di saat dihadapkan pada kegagalan.

Semoga kehadiran buku ini mampu mengubah cara pandang para pembaca bahwa setiap orang bisa jadi pengusaha sukses sesuai yang dicita-citakan. Tentu saja pengusaha yang mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Comments

comments