LPAI-Dompet Dhuafa Sediakan Ruang Belajar Anak-anak Korban Gempa Lombok

LOMBOK, NTB – Di hari keempat pasca terjadinya gempa di Sembalun yang meninggalkan pilu bagi warganya, sekitar puluhan anak-anak antusias mengikuti kegiatan bermain dan belajar dalam tema pemulihan psikologis dari tim respon dukungan psikologis Dompet Dhuafa. Saat ini (Kamis, 2/08) Kak Seto dan Kak Heni melalui Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berkolaborasi dengan para relawan praktisi psikologi DD mengunjungi sejumlah posko yang berada di kawasan Sembalun.

“Hari ini Dompet Dhuafa bersama Kak Seto memberikan support dukungan psikologis kepada anak-anak korban gempa dengan cara memberikan materi baik dongeng maupun bermain hingga edukasi mengenai bencana yang terjadi, hal ini diharapkan untuk mengurangi dampak trauma pada anak-anak karena bencana khususnya gempa di Lombok”, ucap Maya Sita Darlina, Spsi, Psikolog selaku aktivis kemanusiaan DD dan Koordinator Respon Dukungan Psikologis Bencana Sembalun.

Melalui sekolah ceria ramah anak, Dompet Dhuafa support untuk membuat anak anak mampu beradaptasi untuk segera kembali bersemangat ke sekolah.

Kak Seto dan Kak Maya hari ini melakukan sharing parenting sebagai bagian dari program Pshycological First Aid (PFA) DD kepada para ibu dan ayah serta perwakilan sekolah agar bisa memahami bagaimana secara bersama sama anak orang tua dan guru menghadapi situasi pasca bencana yang mengakibatkan stres sehingga dapat mendampingi anak anak mereka semangat kembali.

Dompet Dhuafa memahami support psikologis membutuhkan waktu . Untuk itu dalam design PFA Dompet Dhuafa juga melibatkan warga lokal untuk diedukasi guna meneruskan program healing di waktu berikutnya.

“Warga lokal diedukasi tentang bagaimana membuat program fun education sesuai klasifikasi usia dan diedukasi tentang bagaimana menjadi orang tua idola anak anak dalam berbagai situasi”, ujar Kak Maya lebih lanjut. Tips tentang bagaimana membuat anak anak semangat sekolah, menjaga kebersihan dan menanamkan nilai kebaikan disampaikan kepada para orang tua.

“Perlunya pendampingan psikologis bagi anak-anak pasca bencana dan keluarga menjadi benteng utama. Untuk memulihkan trauma psikologis perlu treatment psikologis khusus sesuai dengan masalah yang ditimbulkan, apa yang telah dilakukan Dompet Dhuafa sangat mengagumkan”, ujar Kak Seto disela-sela menghibur anak-anak pasca gempa yang terjadi.

Selain itu, hari ini kegiatan Dompet Dhuafa juga didukung oleh mobil Darling (Dapur Keliling) yang akan mendistribusikan makanan sehat bergizi seperti bubur kacang ijo dan roti bagi para pengungsi utamanya anak-anak.

Ini semua menjadi bagian dari kegiatan respon kemanusiaan Dompet Dhuafa secara terintegratif dalam kebencanaan selain juga melakukan assesment dan pemetaan atas kerusakan fisik yang terjadi dan pemberian dukungan sosial lainnya.

Comments

comments