Jelang Asian Games 2018, Indonesia Sudah Punya Velodrome Kelas Dunia

Jakarta International Velodrome (JIV). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Indonesia di pastikan memiliki Velodrome kelas dunia yang sudah di resmikan beberapa hari yang lalu, Jakarta International Velodrome (JIV) yang akan di pakai untuk Asian Games 2018 nanti. Jakarta International Velodrome mendapat rekomendasi sebagai Velodrome yang memenuhi syarat badan balap sepeda dunia dari Union Cycliste Internationale (UCI) beberapa waktu lalu.

Penilai berkualifikasi UCI, Andreas Eder, juga mengecek JIV dengan mengelilingi lintasan sebanyak empat kali. Hasilnya satu putaran trek adalah 250,007 meter dan empat putaran menghasilkan jarak 1.000.0028 meter. Sementara Ukuran itu masih masuk dalam toleransi yang di tentukan oleh UCI, yaitu 0,0500 meter.

BACA JUGA:  Kota Depok Boyong 61 Medali di Porda Jabar 2018

PB ISSI akan menunggu UCI akan mengeluarkan sertifikat pengesahan secara resmi yang di perlukan agar semua catatan waktu yang di buat di veledrome ini sah dan di akui UCI. Dalam rekomendasi yang di keluarkan Eder di sebutkan bahwa Jakarta Inernational Veledrome akan di berikan status klasifikasi kategori 1. Sebagai awal, JIV akan menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018.

“Tantangan berikutnya untuk bagaimana kita menjaga kelembapan Velodrome pada tingkat 50-70 persen. Alasanya agar lintasan kayu tetap kering dan hama burung serta tikus. Membuat veledrome ini sebagai tuan rumah menjadi tantangan tersendiri untuk kita,” ujar Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kirim 30 Ton Paket Superqurban dan 15 Truk Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Jakarta International Veledrome ini dirancang oleh Ralph Schuermann, arsitek Veledrome terkenal juga yang merancang Veledrome Beijing untuk olimpiade 2008 dan veledrome di Guangzhou untuk asian games 2010.

JIV sendiri memiliki kapasitas yang lumayan besar dengan menampung 3000 tempat duduk dan memiliki pencahayaan yang cukup dengan 1400 Lux serta sudah bisa di gunakan sejak 27 juli 2018. (Muhammad Zulfian)

Comments

comments